Slamet Rahardjo (Foto: Medcom/Purba)
Slamet Rahardjo (Foto: Medcom/Purba)

Slamet Rahardjo: Tak Perlu Bertengkar karena Pemilu

Hiburan slamet rahardjo Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 21 Mei 2019 16:12
Jakarta: Aktor Slamet Rahardjo berharap Pemilu tidak membuat persaudaraan terpecah hanya karena berbeda pilihan politik. Baginya, acara rutin lima tahunan seharusnya bisa dirayakan dengan lebih bijaksana.
 
"Bertengkar soal bola, soal baju, itu hal yang biasa, enggak usah bertengkar, kita semua bersaudara," kata Slamet saat ditemui di sela acara deklarasi 111 Tahun Kebangkitan Nasional di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Senin, 20 Mei 2019.
 
"Percayalah, setiap lima tahun, kita pasti akan punya acara rutin (Pemilu) ini. Kenapa acara rutin ini harus membuat rumah tangga kita jadi tidak saling mengasihi lagi? Sudahlah, siapapun yang bakal jadi presiden nanti, kita juga harus memperbaiki lagi Indonesia, kita harus memelihara Indonesia," lanjutnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara deklarasi yang dihadiri Slamet adalah bagian dari upaya bersama untuk mengingatkan sejarah perjalanan bangsa yang panjang. Deklarasi ini, yang digelar oleh Malik Sjafei Saleh dan sejumlah seniman serta budayawan, seperti Christine Hakim dan Goenawan Mohamad, bertepatan dengan momentum 111 tahun Hari Kebangkitan Nasional.
 
Sejumlah tokoh lain yang terlibat adalah Landung Simatupang, Joko Anwar, Nia Dinata, Lea Simanjuntak, Oppie Andaresta, Addie MS, Arbain Rambey, dan Lea Simanjuntak.
 
Addie MS bersama grup paduan suaranya Twilite Chorus meramaikan deklarasi dengan penampilan nyanyian sejumlah lagu nasional. Jelang berbuka puasa bagi pemeluk Islam, ustaz Muhammad Zainul Majdi memberi tausiyah.
 
Christine dan Slamet membacakan narasi masing-masing tentang nilai kebangsaan. Landung, didampingi para seniman yang hadir, membacakan deklarasi yang ditulis oleh Gunawan Muhammad. Deklarasi memuat ungkapan syukur atas tanah air dan tekad bersama untuk menjaga demokrasi.
 
"Keterlaluan kalau kita tidak terima kasih dan tidak merayakan," ungkap Slamet.
 
Terkait Pemilu 2019, Slamet menyayangkan adanya berbagai dugaan pelanggaran, tetapi enggan dibawa ke ranah hukum. Dia prihatin ada "kesepakatan yang bukan kesepakatan lagi". Ini merujuk kepada konflik seputar klaim kemenangan Pemilu Presiden dan tuduhan bahwa kekalahan suatu pihak terjadi karena kecurangan pihak lain.
 
"Selesaikan secara hukum sajalah," ujar Slamet. "Saya percaya kita merasa memiliki Indonesia, kita tidak akan membuat Indonesia porak-poranda."
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif