Hal itu dibenarkan sang cucu, Cantika Abigail melalui pihak manajemennya bernama Umi. Menurut Umi, stroke telah menyerng Chris sejak 2017.
"Chris Pattikawa sudah beberapa tahun jantungnya bermasalah," kata Umi selaku perwakilan manajemen Cantika Abigail saat dikonfirmasi, Rabu 1 Januari 2020.
Umi menyebut Chris tak melakukan operasi untuk penyakit stroke yang diderita lantaran usia Chris yang sudah mencapai 79 tahun. Hal itu riskan dilakukan.
"Untuk dioperasi, riskan mengingat usianya," sambung Umi.
Meski bermasalah dengan kesehatannya namun kondisi Chris sempat membaik. Namun serangan stroke kedua kembali menyerangnya pada November 2019.
"Sekitar akhir November atau awal Desember 2019, terkena serangan stroke kedua. Kondisinya menurun. Sempat dirawat di RS beberapa hari," tutur Umi.
Sejak saat itu, kata Umi, kondisi Chris kian memburuk. Chris kemudian menghembuskan nafas terakhir di kediamannya kawasan Pulomas, Jakarta Timur.
"Pagi tadi meninggal dunia di rumahnya. Mohon doanya ya," tandas Umi.
Chris lahir di Ambon pada 1 Oktober 1940. Dia merupakan manajer yang memuluskan jalan trio AB Three pada 1994. Trio AB Three kemudian memulai album debut Cintailah Aku berdama Chris tahun 1995.
Tak hanya di musik, Chris juga tenar dalam dunia perfilman. Sejumlah film dia lahirkan macam Jangan Biarkan Mereka Lapar yang dibintangi Broery Marantika, hingga Impian Perawan Melati yang diperankan Christine Hakim.
Film teranyarnya diketahui berjudul Cinta Bersemi yang diprodusksi tahun 1977. Dalam film ini, Chris merangkap jabatan, bekerja sebagai sutradara sekaligus penulis naskah.
Chris kemudian menikah dengan aktris Rina Hasyim. Mereka dikaruniai putri bernama Jean Pattikawa yang terjun ke dunia musik pada era 1980-an. Dia juga merupakan kakek dari Cantika Abigail dari trio GAC bersama Gamaliel dan Audrey Tapiheru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News