Saykoji (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Saykoji (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Saykoji Ajak Pendukung Dua Capres Kembali Bersatu Usai Pemilu

Hiburan Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 22 April 2019 11:20
Jakarta: Musisi hip-hop Igor Saykoji mengajak para pendukung kandidat presiden dari dua kubu untuk bersatu lagi usai Pemilu 2019. Igor tidak ingin perseturuan akibat beda pilihan politik menjadi konflik berkepanjangan.
 
Secara terbuka, Igor sendiri menyatakan dukungan terhadap pasangan kandidat nomor 01 Jokowi-Amin. Dia dan keluarga besarnya kompak dengan pilihan presiden yang sama sehingga tidak terjadi gesekan. Namun dalam lingkup pergaulan, dia punya banyak kawan yang berseberangan karena memilih kandidat nomor 02 Prabowo-Sandi.
 
Kendati begitu, kata Igor, dia sudah mengajak kawan-kawan untuk berkomitmen, bahwa perseteruan harus berakhir setelah pemungutan suara selesai.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya punya banyak teman yang memilih 02," kata Igor kepada wartawan usai tampil dalam acara syukuran yang digelar oleh TKN Millenial dan relawan KitaSatu di kawasan SCBD Jakarta, Minggu, 21 April 2019.
 
"Sebelum sekarang ramai, saya bilang ke teman-teman yang beda, 'Setelah ini selesai, kita mau gontok-gontokan terus sampai kapan?' Begitu ini selesai, politisi juga harus bergandeng tangan untuk membangun Indonesia. Kita rakyat juga harus punya kebesaran hati untuk kembali menjadi satu karena ujung-ujungnya, ini bukan soal 01 atau 02 lagi, tetapi soal Indonesia," ungkapnya.
 
Terkait hasil pemungutan suara versi survei hitung cepat (quick count), penyanyi lagu Jomblo ini optimis bahwa Jokowi-Amin memang unggul dengan perolehan suara di atas 50%. Kendati begitu, dia tetap sabar menunggu hasil hitung resmi (real count) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Dia juga mengingatkan agar publik menunggu hasil hitungan KPU pada 22 Mei mendatang. Begitu Pilpres 2019 usai, kata Igor, masyarakat bukan lagi kubu 01 atau 02, tetapi Indonesia. Dia menyayangkan pihak yang justru masih memecah belah dan melakukan provokasi.
 
"Untuk apa kita ramai dan berisik soal siapa yang kita dukung, kalau kita lupa arti demokrasi itu bagian dari kita bernegara. Setelah pemilu usai, negara kita hanya Indonesia, bukan Indonesia 01 atau Indonesia 02. Hanya satu bentuk, Bhinneka Tunggal Ika Indonesia," tukas Igor.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif