Jumpa pers Synchronize Festival 2019 di Jakarta Selatan, Rabu, 25 September 2019. (Foto: Dok. Synchronize Festival)
Jumpa pers Synchronize Festival 2019 di Jakarta Selatan, Rabu, 25 September 2019. (Foto: Dok. Synchronize Festival)

Synchronize Fest 2019 Ingin Bangkitkan Era Musik Emo

Cecylia Rura • 27 September 2019 16:09
Jakarta: Tahun keempat Synchronize Festival kali ini membawa keberagaman fenomena di industri musik. Selain mengedukasi penonton milenial dengan legenda musik dan fenomena Didi Kempot, era musik Emo Indonesia di awal 2000 juga ingin dihidupkan.
 
"Karena sudah tertidur pulas. Tujuannya tetap balik lagi Synchronize ingin meng-capture apa yang terjadi di industri musik. Populer ada di sisi sidestream dan menurut gua yang belum pernah gua fasilitasi," kata Kiki Aulia Ucup di Jakarta Selatan.
 
Awal tahun 2000 musik Emo cukup memengaruhi kondisi musik di Indonesia. Salah satunya tercermin dari lahirnya grup band Pee Wee Gaskins.

"Beberapa gua coba kurasi dan dibantu Dochi Pee Wee Gaskins apa aja dan siapa. Ada kurang dari 10, beberapa enggak masuk di announcement," terang Ucup.
 
Akan ada 130-an musikus meramaikan Synchronize Festival 2019. Momen sekaligus jadi momentum kebangkitan musik era 2000-an, masa keemasan industri musik Indonesia.
 
Memasuki tahun keempat, pesta musik kali ini dipersembahkan Dyandra Promosindo dan demajors akan digelar pada 4, 5, dan 6 Oktober 2019 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan