Konser 20 tahun Naif. (Foto:MTVN/A.Shindu Alpito)
Konser 20 tahun Naif. (Foto:MTVN/A.Shindu Alpito)

Dongeng 'Johan dan Enny' di Konser 20 Tahun Naif

Hiburan musik naif band
Agustinus Shindu Alpito • 23 Oktober 2015 09:20
medcom.id, Jakarta: Grup band asal Jakarta, Naif, baru saja merayakan ulang tahun ke-20. Lewat sebuah pertunjukkan sederhana yang digelar di Lucy in The Sky, sebuah bar di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 22 Oktober malam, Naif membawakan dongeng Johan dan Enny.
 
Tampil tanpa daftar lagu, David selaku vokalis mencoba merangkai cerita perjalanan sejoli bernama Johan dan Enny, yang kisah cintanya tercermin lewat lagu-lagu Naif.
 
Tanpa basa-basi, Naif yang tampil sekitar pukul 20.30 WIB langsung menyuguhkan lagu Piknik 72.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Lagu Piknik 72 diciptakan pada tahun 1994, ceritanya ada cowok dan cewek namanya Johan dan Enny,” kata David setelah membawakan lagu yang jadi hit ikonik mereka itu.
 
David secara interaktif mengajak penonton memilih repertoar dari katalog Naif yang kira-kira cocok jadi cerita kehidupan Johan dan Enny.
 
“Sebelum nikah, ini dulu,” kata David mengawali lagu Nyali, yang kontennya memang kisah pria yang ingin melamar pasangannya.
 
Setelah Nyali, berturut-turut Naif membawakan Janji Setia dan Rumah Yang Yahud. Celetukan-celetukan kocak membuat suasana konser benar-benar intim dan cair.
 
“Habis punya rumah, apalagi?” tanya David.
 
“Beli TV,” kata penonton yang ingin Naif membawakan lagu Televisi.
 
“Cari uang dulu dong,” sahut David, kemudian disusul intro lagu Uang.
 
Percakapan cair seperti di atas terus terjadi sepanjang konser. Naif pun membawakan lagu-lagu yang cukup jarang dinyanyikan di penampilan-penampilan regulernya, antara lain lagu Kuda Besi dan Penari Langit.
 
Sebagai selebrasi 20 tahun, di tengah penampilannya, Naif diminta Adjis 'Doa Ibu' yang menjadi pemandu acara untuk memukul sebuah styrofoam yang dibentuk seperti rebana dan digantung di depan panggung. David memukul styrofoam itu hingga hancur.
 
Setelah prosesi memukul styrofoam yang jadi penanda masuknya usia 20 tahun, konsentrasi David untuk melanjutkan kisah Johan dan Enny terpecah. Akhirnya, satu persatu permintaan penonton Naif penuhi, membawakan lagu Senang Bersamamu, Jauh, Buta Hati, Di Mana Aku di Sini, dan Benci Untuk Mencinta.
 
Dua lagu terakhir dalam penampilan itu, Naif membawakan sebuah lagu baru berjudul Alangkah Indahnya Indonesia dan lagu yang tidak ada dalam album mereka, David Pepeng Emil Jarwo.
 
“Kalau di Slank punya lagu Bimbim Jangan Menangis, kalau kami Jarwo Jangan Ubanan,” canda David.
“Ini lagu David Pepeng Emil Jarwo,” timpalnya.
 
Para personel Naif minim membicarakan perjalanan 20 tahun mereka di atas panggung, seolah perayaan ulang tahun bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan.
 
Naif memang bukan band yang ekstravaganza. Meski pantas untuk itu, tetapi kesederhanaan mereka justru jadi cerminan penting bahwa di balik lagu-lagu tenar mereka, David, Emil, Jarwo, dan Pepeng, adalah sosok musisi yang membuktikan tidak ada sekat berarti antara Naif dan penggemarnya.
 
“Terimakasih untuk yang datang, hidup dalam kesederhanaan,” tukas Jarwo.
 
“Kayak rumah makan aja,” canda David menimpali.
 
(LOV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif