Benny Likumahuwa (Foto: dok. MI)
Benny Likumahuwa (Foto: dok. MI)

Benny Likumahuwa Ingin Generasi Muda Benar-benar Pelajari Jazz

Cecylia Rura • 09 Juni 2020 17:00
Jakarta: Nyaris setengah abad Benny Likumahuwa hidup dari zaman ke zaman ketika jazz disuarakan. Namun, dia menyesalkan generasi muda sekarang dinilai tak mengerti makna jazz.
 
Bermula dari anggapan musik jazz adalah kuno, hingga tak banyak yang membaca tentang rahim dari kata jazz terlontar. Indonesia dinilai lemah dalam kebiasaan membaca.
 
"Saya pikir itu kelemahan dari orang kita, musisi maupun orang biasa, apa-apa yang lama dianggap kuno. Misalnya baju yang kita semua pakai ini dianggap modern, padahal ini sudah lama juga," kata Benny Likumahuwa dalam Shindu's Scoop, 21 Oktober 2019.

"Barang yang lama dianggap kuno, padahal dari lama itu akhirnya justru belajar banyak, itu yang dibutuhkan. Akibatnya, sampai sekarang ini, banyak sekali musisi jazz muda main pakai embel-embel jazz tapi dia enggak tahu jazz itu apa," terang Benny.
 
Pengalaman itu terjadi ketika Benny Likumahuwa mendapati anak muda tak mengerti Dixieland, genre musik jazz yang juga dikenal Jazz New Orleans.
 
"Padahal kalau dia ikut sejarah betul, grup yang pakai perkataan musik jazz di seluruh dunia cuma Dixieland, begitu orang bilang jazz, pasti mainnya Dixieland, enggak mungkin main yang lain," terang Benny.
 
Benny mengatakan, Indonesia mengikut jejak tren musik jazz sejak Amerika menyuarakannya. Sehingga, Indonesia tak ketinggalan saat jazz menggema.
 
"Waktu mulai di Indonesia, UI bikin UI Jazz Band, tapi tidak main Dixieland, dia enggak tahu apa itu, jadi pakai jazz. Bandung umpamanya pakai Parahyangan Jazz Band tapi enggak tahu jazz itu apa sebenarnya," kata Benny.
 
"Padahal kalau kita lihat sejarahnya, itu Dixieland tidak pernah ada arti kata jazz, di belakangnya kata jazz pasti itu jazz band namanya. Saya pikir mungkin perlu diperkenalkan lagi," kata Benny.
 
Benny mencontohkan musisi Louis Armstrong yang disebut King of Jazz. Menurutnya, apa yang membuat Louis Armstrong disebut King of Jazz karena melantunkan bahasa jazz dengan pas.
 
"Louis Armstrong itu King of Jazz, dia tidak pernah berimprovisasi, mau didengar piringan hitam dari pertama sampai terakhir enggak ada, nyanyinya biasa saja. Kenapa dia disebut King of Jazz, karena pasnya, cara nyanyinya, itu bahasa yang dipakai bahasa jazz semua," kata Benny Likumahuwa.
 
Menurut Benny, musik jazz baru populer di Indonesia pada 1980-an. Jazz masih dianggap kuno dan hanya untuk orangtua. Saat itu, nuansa bermusik jazz masih terasa kental.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan