Mereka tampil sekitar pukul 23.00 WIB dan 15 menit sebelumnya, para penonton di depan panggung sudah berteriak memanggil: All Time Low! All Time Low! Terbukti bahwa penggemar mereka di sini cukup loyal. Bahkan sebelumnya, ketika grup rock The Hunna tampil di panggung sebelah berjarak sekitar 70 kaki, sebagian besar penonton memilih duduk menunggu di depan panggung All Time Low.

(Foto: Purba Wirastama)
Vokalis Alexander Gaskarth cukup atraktif dan selalu mengajak penonton ngobrol di setiap jeda lagu. Bersama Jack Barakat, Zachary Merick, Rian Dawson, dan satu pemain ekstra, mereka membawakan belasan lagu-lagu populer, mulai dari Therapy, Do You Want Me Dead, Missing You, Kids in the Dark, dan Good Times. Musik energik mereka mudah diikuti, termasuk bagi yang belum pernah mendengar All Time Low.
"Maaf, seharusnya kami datang tahun lalu, tetapi enggak jadi," kata Gaskarth.
Tahun lalu, All Time Low memang dijadwalkan tampil dalam konser tunggal di Jakarta pada 15 Agustus. Empat hari jelang acara, rencana dibatalkan karena alasan "promotor belum memenuhi tanggung jawab kontrak." Sebelumnya pada 2010, Java Musikindo pernah memboyong grup ini untuk tampil di Jakarta.

(Foto: Purba Wirastama)
Sejak dibentuk pada 2003, grup yang mendapat pengaruh kuat dari Blink-182 dan Green Day ini telah merilis tujuh album penuh. Terakhir adalah Last Young Renegade yang dirilis tahun lalu oleh Fueled by Ramen. Dua singel terbaru, Everything is Fine dan Birthday, baru saja dirilis pada Juni lalu.
Dalam penampilan di Ecopark Ancol tengah malam itu, All Time Low memberi encore tiga lagu. Para penonton berteriak meminta lagi setelah Gaskarth dan kawan-kawan berpamitan dan lampu panggung dimatikan.
Jelas ini encore yang sudah disiapkan, tetapi gimmick ini tetap membuat penonton serasa mendapat bonus spontan. Mereka membawakan singel baru Birthday, lagu andalan Lost in the Stereo, dan singel pertama dari 2008, Dear Maria, Count Me In.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News