Elephant Kind (Foto: Medcom/Basuki)
Elephant Kind (Foto: Medcom/Basuki)

Cerita Elephant Kind Kerja Bareng Mixing Engineer Queen of the Stone Age

Basuki Rachmat • 27 Maret 2026 13:28
Ringkasnya gini..
  • Elephant Kind gandeng Robert Adam Stevenson untuk album More Time, hadirkan kualitas sonik matang lewat proses mixing intens.
  • Kolaborasi Elephant Kind dan Robert Adam Stevenson di More Time libatkan revisi panjang hingga capai visi musik yang diinginkan.
  • More Time jadi album paling kuat Elephant Kind, dengan sentuhan Robert Adam Stevenson dan perspektif baru dalam mixing.
Jakarta: Band alternative indie pop asal Jakarta, Elephant Kind, membagikan pengalaman mereka bekerja sama dengan mixing engineer asal Inggris, Robert Adam Stevenson, dalam proses penggarapan album studio ketiga bertajuk More Time. 
 
Sosok Stevenson sendiri dikenal lewat kiprahnya menangani proyek musik dari band stoner rock, Queens of the Stone Age, yang sempat meraih dua nominasi Grammy Awards pada 2023 lewat album In Times New Roman.
 
Selain QOTSA, tangan dinginnya juga pernah menyentuh karya-karya musisi seperti Jeff Beck hingga KT Tunstall.

Namun, bagi sang vokalis Bam Mastro, reputasi besar bukanlah sebuah jaminan memiliki kecocokan visi dalam bermusik.
 
Bam mengungkapkan bahwa meski Robert memiliki rekam jejak yang luar biasa, Elephant Kind tetap memegang kendali penuh atas arah musik mereka. Ia menegaskan pentingnya "acumen" atau ketajaman penilaian seorang artis dalam mengawal karyanya sendiri.
 
​"Kita tetap navigate si Robert, dia kan ngerjain Queens of the Stone Age (QOTSA). Jadi beda banget sama sound-nya QOTSA. Cuma kalau lu sudah punya acumen (kemampuan penilaian yang baik) untuk ngerjain mixing-an, ya lu bakalan bagus aja gitu. Cuma dia dari awal ngeraba banget," ungkap Bam saat ditemui di Zodiac, Jakarta Selatan pada Kamis, 26 Maret 2026.
 
Bam menegaskan bahwa bekerja sama dengan produser atau engineer peraih Grammy sekalipun tidak menjamin hasil yang diinginkan jika visi sang artis tidak tersampaikan dengan baik.
 
​"Gua melihat Elephant Kind bedanya adalah banyak event producer yang sudah canggih banget yang kita kerja bareng, tapi belum tentu tahu apa yang kita mau. Mau di UK atau US, kita kerja sama belum tentu mereka tahu apa yang kita mau. Akhirnya kembali ke kita lagi. Gua enggak bisa realize sama orang mau mereka Grammy Award winning, belum tentu mereka bisa deliver," tegasnya.
 
Di sisi lain, bassis Kevin Septanto mengungkap bahwa proses kerja sama dengan Stevenson berjalan cukup intens melalui komunikasi dua arah yang konsisten. Ia menyebut proses tersebut melibatkan banyak revisi hingga akhirnya menemukan titik temu.
 
​"Banyak proses back and forth-nya juga, jadi kayak enggak langsung one go gitu. Tapi enaknya kerja sama mereka, mereka very kooperatif dan lumayan bisa dengerin input kita juga. Jadi bisa ketemu di tengah, kayak maunya kita gimana dan ya standar kemauan mereka juga gimana," jelas Kevin.
 
​Sementara itu, Bayu Adisapoetra (drummer) merasa bahwa kehadiran pihak ketiga seperti Robert sangat membantu dalam memberikan perspektif baru, terutama setelah mereka mengerjakan album More Time selama hampir tiga tahun.
 
​"Enaknya juga menurut gua, kita kerja sama sama Robert yang mixing-in, dia nambah perspektif baru. Kita ngerjain album ini kan lama ya, lebih dari 2 atau 3 tahunan. Jadi pas sudah jadi mau di-mixing, kadang-kadang kuping lo tuh jadi bias. Pas kerja sama Robert, walaupun akhirnya kita ketemu di tengah, tapi ada perspektif baru yang bisa kasih input. Diskusi itu menurut gua ngebantu banget," ujar Bayu.
 
Setelah melalui proses panjang tersebut, Bayu menyebut More Time sebagai pencapaian tertinggi Elephant Kind dari segi kualitas sonik. Ia merasa hasil akhirnya terdengar lebih matang dan bertenaga dibanding karya-karya sebelumnya.
 
​"Untuk album More Time, kalau lo bandingin sama yang sebelum-sebelumnya, menurut gua ini album yang paling kencang, musiknya oke banget. Secara sonik, ini album yang paling gue puas sih. Mantap banget gitu," tutup Bayu dengan bangga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA