Iwan Fals di gelaran Java Jazz Festival 2017 (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)
Iwan Fals di gelaran Java Jazz Festival 2017 (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Kehadiran Iwan Fals Bukti Java Jazz Festival Semakin Inklusif

Agustinus Shindu Alpito • 06 Maret 2017 14:22
medcom.id, Jakarta: Tahun ini, Java Jazz Festival memasuki penyelenggaraan yang ke-13 kalinya. Ajang musik tahunan itu semakin membuktikan diri sebagai festival musik inklusif.
 
Hal itu terbukti dari makin beragamnya genre musik yang diakomodasi Java Jazz Festival. Enam tahun lalu, atau pada tahun-tahun pertama Java Jazz, tentu kita tidak berpikir bahwa Iwan Fals akan tampil di ajang itu. Lain dulu, lain pula sekarang. Java Jazz bukan saja milik penggemar jazz, tetapi juga semua kalangan.
 
Sisi lainnya, Java Jazz melihat bahwa preferensi masyarakat modern soal musik tidak terbatas pada satu genre saja. Misal seorang penonton penggemar Chick Corea, bukan tidak mungkin orang yang sama mendengarkan Slank atau Iwan Fals. Sehingga hal itu yang ingin dirangkul oleh Java Jazz.

Pada tahun ini, Java Jazz menempatkan Iwan Fals pada ujung acara. Musisi legendaris itu tampil di hari terakhir Java Jazz Festival, Minggu (5/3/2017), pada slot waktu terakhir.
 
Metrotvnews.com menyaksikan bagaimana musisi yang kotroversial di era orde baru itu tampil di panggung jazz. Iwan berupaya keras meng-jazz-kan musiknya. Upaya yang patut dihargai, meski terdengar tidak cocok
 
Sebelum bablas membawakan lagu demi lagu, Iwan mengaku bahwa dia dan grup pengiringnya tampil tanpa checksound yang ideal. Sehingga aksi panggungnya lebih ke arah “nekat.”
 
Lagu Yang Terlupakan dipilih jadi suguhan pertama. Sayang, lagu pop melankolis itu dipaksa masuk ke tatar jazz. Belum lagi aransemen yang terdengar kurang matang, juga kurang padu, membuat aksi Iwan pada malam itu terasa dingin
 
Namun, pengalaman Iwan puluhan tahun di panggung musik membuat dia paham betul cara mencairkan suasana. Iwan melontarkan candaan-candaan bernada satire, juga komentar khas dia yang ceplas-ceplos. Toh penonton tak peduli soal aransemen ini-itu, karena dengan nama “Iwan Fals” itu sudah cukup menutup segala kekurangan yang ada di atas panggung.
 
Memasuki akhir penampilannya, Iwan berkolaborasi dengan Maurice Brown dan Kirk Whallum, kolaborasi yang diharap menambal unsur “jazz” pada Iwan itu cukup membuat suasana kian cair. Mereka membawakan Bento.
 
Repertoar yang dipilih Iwan terbilang bijak, dia memainkan hit-hit terkenal dari katalog lagunya, sehingga semua penonton bisa bernyanyi bersama
 
Iwan bukan satu-satunya musisi yang “nyasar” ke festival jazz pada malam itu. Ras Muhamad, sang pencerah reggae Indonesia, juga tampil perdana di Java Jazz.
 
Melihat rekam jejak Java Jazz, memang terbaca bahwa festival ini kian terbuka terhadap semua genre, dan bertransformasi menjadi festival “milik semua orang” dari berbagai latar belakang selera musik.
 
Kehadiran musisi di luar jazz tampil di Java Jazz bukan hal baru, Slank dan JKT48 bahkan pernah tampil di sana. Satu hal yang harus diakui, Java Jazz berhasil membuat jazz lebih merakyat. Entah berapa ribu orang yang awalnya bukan pendengar jazz mulai tertarik mendengarkan jazz ketika hadir di Java Jazz.
 
Inklusifitas Java Jazz juga tersurat dari pernyataan Iwan Fals di atas panggung, "Ini pertama kali saya main di sini setelah 13 (kali Java Jazz digelar). Baru kali ini diundang, jadi baper (terbawa perasaan) saya. Selamat malam, salam sejahtera untuk yang percaya Tuhan maupun yang enggak percaya Tuhan. Saya merasa bangga, kalau dibilang, ini lingkaran suci. Karena musik mempersatukan kita. Yang merah, yang kuning, hitam, yang bermacam-macam bahasanya."
 
Penempatan Iwan Fals di ujung Java Jazz seperti menyiratkan bahwa festival ini ke depan akan menjadi festival yang terbuka, tentu dengan sistem kurasi yang baik. Terlebih, pada tahun ini Java Jazz menghilangkan panggung “Special Show” yang selama bertahun-tahun sebelumnya menjadi area ekslusif. Dengan semakin beragamnya pengisi Java Jazz, membuat kita penasaran, siapa yang akan mereka datangkan pada tahun depan?
 
Mari kita tunggu bersama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan