Blood on the Dance Floor (Foto: via bandintown)
Blood on the Dance Floor (Foto: via bandintown)

Muat "Konten Kebencian", Lagu Grup Musik Amerika Ini Dicabut dari Spotify

Hiburan spotify
Purba Wirastama • 25 April 2019 08:00
Stockholm: Blood on the Dance Floor, duo musik elektronik asal Amerika, harus rela seluruh lagu mereka disingkirkan dari katalog streaming Spotify. Masalahnya, penyedia layanan streaming itu menilai lagu-lagu Blood on the Dance Floor telah melanggar panduan konten yang dilarang.
 
Keputusan Spotify bersamaan dengan ramainya gugatan hukum kepada Dahvie Vanity, salah satu personel grup, atas berbagai kasus penyerangan seksual dan perkosaan. Menurut laporan Billboard, sedikitnya ada 21 perempuan korban yang menggugat Dahvie dan 16 orang di antaranya masih belia di bawah umur ketika kasus terjadi.
 
Berbagai kasus kekerasan seksual Dahvie kembali menjadi perhatian publik luas, setelah media lokal Inggris HuffPost.com menerbitkan laporan khusus kedua (5 April 2019) tentang kasus-kasus tersebut. Laporan pertama diterbitkan pada Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan itu, Dahvie pernah dipenjara beberapa hari setelah kedapatan sedang memperkosa seorang gadis remaja di mobil, sesaat sebelum grupnya tampil dalam sebuah konser di Colorado, AS, pada 2009. Dahvie dibebaskan tanpa alasan yang jelas.
 
Apakah Spotify menyingkirkan lagu Blood on the Dance Floor karena berbagai persoalan tersebut?
 
Pihak Spotify, seperti dilaporkan oleh Billboard, tidak memberikan tanggapan atas kasus Dahvie. Namun mereka menegaskan bahwa konten lagu disingkirkan bukan karena gugatan hukum terhadap Dahvie, melainkan karena melanggar larangan.
 
Dalam panduannya, Spotify melarang adanya "konten kebencian", yaitu yang merujuk kepada "konten yang secara tegas dan prinsipil mempromosikan, menganjurkan, atau menghasut adanya kebencian atau kekerasan melawan kelompok atau individu berdasarkan karakteristik, meliputi ras, agama, identitas gender, seks, etnisitas, kebangsaan, orientasi seksual, status veteran, atau disabilitas".
 
Blood on the Dance Floor dikenal sebagai grup musik dengan lirik lagu yang sering menunjukkan pelecehan. Salah satu video musik mereka rilisan 2010 pernah bemasalah dan kemudian dihapus. Video itu menampilkan sang vokalis mendorong gadis muda, yang tampak mabuk, ke lantai dan memecutnya agar menyalakan flash kamera.
 
Blood on the Dance Floor dibentuk pada 2007 dan sudah sering bongkar pasang personel. Dahvie adalah satu-satunya pendiri grup musik yang tersisa.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif