Medcom.id berkesempatan berbincang langsung dengan dua personel Bimbo yang masih aktif saat ini, Samsudin Hardjakusumah alias Sam Bimbo (vokal, gitar) dan Jaka Hardjakusumah alias Jaka Bimbo (gitar, vokal latar), usai menerima penghargaan tersebut di The Papandayan Bandung Hotel, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Sam Bimbo mengaku bersyukur sekaligus bangga atas penghargaan Lifetime Achievement Awards yang diberikan TPJF. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pendiri sekaligus pemilik Media Group, Surya Paloh dan juga bersama CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib.
"Ya, ini suatu penghargaan. Kita sangat menghargai, ya. Untuk penghargaan ini. Kita sangat senang atas penghargaan ini, dan saya menghargai juga yang memberikannya," ungkap Sam Bimbo.
Menurut Sam, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi Bimbo untuk terus menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Ia menganggap penghargaan itu sebagai pengingat agar dirinya dan Bimbo tetap berkarya.
"Jadi, ada timbal balik, ya. Karena tidak ngasih, terus selesai gitu. Jadi, artinya mereka memberi kita, kita juga harus berbuat sesuatu yang lebih baik lagi di depan. Buat kita ini mudah-mudahan jadi cambuk ya," lanjutnya.
Sam Bimbo Puji The Papandayan Jazz Fest
Selain menerima penghargaan, Sam Bimbo juga menikmati suasana The Papandayan Jazz Fest. Baginya, menjadi penonton dan menyaksikan musisi lain tampil memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan ketika dirinya berada di atas panggung.
"Oh, Papandayan Jazz Fest bagus ya. Saya begitu lihat tadi 'bukan apa-apa, saya kan selalu di panggung, dilihat orang, begitu lihat orang main, saya tuh senang'. Jujur aja, orang nyanyi apa pun, karena kita sebagai penonton, jadi lain feeling-nya. Apalagi, ini tadi bagus-bagus ya hahaha," tutur Sam.
Bimbo Siapkan Karya Baru?
Di tengah penghargaan yang diterimanya, Medcom.id juga menanyakan kemungkinan Bimbo kembali menghadirkan karya musik baru. Sam Bimbo mengatakan bahwa berbagai kondisi di Indonesia justru bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka untuk menciptakan lagu.
"Di Indonesia mah acakadut, segala macam pabaliut. Nah, kita jangan lihat pabaliut itu jadi stres. Kita kreativitas di situ, pabaliut tuh jadi lagu, jadi ngeunah, kan beda," ungkapnya.
Meski demikian, Sam mengakui belum dapat memastikan kapan karya baru Bimbo akan dirilis. Ia menegaskan bahwa proses kreatif tidak bisa dipaksakan hanya demi mengejar waktu atau momentum tertentu.
"Hari ini belum, mudah-mudahan besok lusa. Karena bukan apa-apa, kita sering dipepet keadaan. Ngagubrudug lagu teh kalau dipepet keadaan, tapi kan kita santai, santai aja," ujar Sam.
Sam juga membuka kemungkinan Bimbo kembali menghadirkan karya bernuansa religi menjelang Ramadan. Namun, ia menekankan bahwa proses penciptaan lagu harus tetap mengutamakan kualitas.
"Ya mudah-mudahan, Ramadan sebentar lagi, ya? Kita tidak seperti bikin kacang goreng, asal-asalan, kita nggak mau, ya. Jadi kita kalau sudah masuk lagu kasidah, itu harus indah. Insyaallah ada yang baru," lanjutnya.
Bagi Sam, produktivitas bukan berarti harus terus-menerus merilis lagu setiap tahun. Ia ingin setiap karya yang lahir dari Bimbo memiliki kualitas dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Kita tidak rakus. Tiap Ramadan bikin terus jelek, jangan dong. Jadi kita tidak dipres seperti bikin kue, tiap Ramadan harus bikin. Pokoknya berbuat sesuatu itu ya usahakanlah bagus, itu bisa langgeng dan jangan dituntut ya," tutup Sam Bimbo.