"Gue share saja dah di sini biar kalian pada enggak nyinyir. Panitia secara sepihak menaruh nama saya di flyer," katanya lewat akun twitter @tuantigabelas.
Sebab itu, Tuan Tigabelas melayangkan protes kepada penyelenggara lewat akun Instagram dan email Musik Untuk Republik. Selain merasa tidak terlibat, dia merasa tidak sejalan dengan keberlangsungan konser itu. Sayangnya, kata dia, panitia belum merespons keluhan yang dia lontarkan.
"Saya sudah hubungi semua contact person yang tersedia untuk acara ini tapi enggak ada feedback apapun terkait flyer ini sampai sekarang," sambung dia.
Kehadiran Konser Musik Untuk Republik banyak dibicarakan warganet karena diselenggarakan ketika situasi sosial politik nasional belum tuntas. Sejumlah musisi yang akan tampil datang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara. Namun, warganet menganggap para musisi kurang peka karena terjadi di tengah maraknya demonstrasi penolakan sejumlah RUU kontroversial dan dugaan penembakan dua mahasiswa oleh aparat serta kisruh di tanah Papua.
Dihubungi terpisah, Sandy Pas band yang juga menjadi penampil dan ikut hadir ke Istana, mengakui ada nama Tuan Tigabelas di dalam brosur Konser Untuk Republik. Namun hal itu terjadi hanya karena kesalahan tanpa kesengajaan dari pihak penyelenggara.
“Ini acara besar dan swadaya. Semua pengin main. Jadi kalau ada kesalahan komunikasi itu sangat lumrah,” katanya kepada Medcom.id, Rabu 2 Oktober 2019.
Lebih lanjut, Sandy sudah menginformasikan kesalahan pencatutan itu kepada panitia. Dia menjamin akan segera menyelesaikan masalah tersebut.
"Saya sudah omong ke panitia untuk diselesaikan. Karena enggak bagus juga kalau ada kesalahan komunikasi akak gini, jadi mencoreng nama si artis dan jugabuat acaranya. Pasti diselesaikan," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah musisi bakal menggelar konser Musik Untuk Republik pada 18-20 Oktober 2019 di Perkemahan Cibubur, Jakarta. Konser diadakan untuk menyuarakan persatuan dan kesatuan Indonesia.
"Kita ingin menggerakkan sebuah pesan ke bangsa Indonesia bahwa Indonesia harus bersatu," kata Sandy Pas band.
Sandy mengatakan, motivasi diadakan konser lantaran kondisi bangsa Indonesia yang sempat goyah pada masa Pemilihan Presiden. Bahkan, kata Sandy, perbedaan pilihan dan pendapat,yang terjadi sampai membuat perpecahan.
"Kita sadar sejak pilpres kemarin perpecahan terlalu dalam bahkan sampai ada yang bercerai karena perbedaan pilihan, saling hujat, saling serang. Berbangsa jadi enggak asik lagi," sambung dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News