"Band Primal Scream bersejarah di hidup gue," kata Dipha, dalam jumpa pers usai penampilan Primal Scream.
"Yang pertama bikin look up sama musik elektronik karena album Screamadelica. Terus sound-sound drum loop, piano, gospel choir, itu terinspirasi album Screamadelica. Sound itu sampai sekarang gue pakai."

(Dipha Barus dalam jumpa pers di Soundrenaline 2019)
Sebelumnya, Dipha bersama mantan bandnya Agrikulture pernah hampir mendapat kesempatan emas tampil sebagai pembuka konser Primal Scream di Thailand. Sayangnya, rencana itu batal.
Di Soundrenaline 2019, Dipha tak hanya menonton, tapi mendapat kesempatan bertemu dan foto bareng Primal Scream.
"Sampai sekarang enggak nyangka nonton mereka. Tadi ketemu, terus foto bareng. gue gugup. Engga nyangka," kisah Dipha antusias.
Selain Primal Scream, band besar internasional lain yang tampil dalam Soundrenaline 2019 adalah Suede.
Soundrenaline 2019 digelar selama dua hari, pada 7 dan 8 September, di Garuda Wisnu Kencana.
?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News