Dalam penampilannya yang berdurasi 13 menit tersebut, Bad Bunny membawa nuansa budaya Puerto Rico ke panggung Amerika dengan cara yang sangat personal. Panggung semakin memanas dengan kehadiran Lady Gaga yang secara mengejutkan membawakan versi salsa dari lagu hits-nya, serta penampilan dari legenda Latin, Ricky Martin. Di akhir pertunjukan, Bad Bunny mengangkat bola American Football dengan tulisan "Together, we are America", sebuah pesan kuat tentang multikulturalisme.
Dari Kasir Supermarket ke Puncak Dunia
Lahir dengan nama Benito Antonio Martínez Ocasio pada 10 Maret 1994, perjalanan karier Bad Bunny adalah kisah inspiratif "from zero to hero". Sebelum dikenal dunia, ia adalah seorang mahasiswa komunikasi yang bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket di Puerto Rico.
Ayahnya merupakan seorang supir truk dan ibunya mengajar bahasa Inggris. Bad Bunny juga memiliki dua orang adik laki-laki yang bernama Bernie dan Bysael. Bad Bunny merupakan penggemar genre reggaeton, yaitu perpaduan genre hip-hop dan reggae, penyanyi yang diidolakannya pun seperti Daddy Yankee dan Vico C.
Di usia belia, Bad Bunny menjadi anggota paduan suara gereja Katolik setempat sampai usia 13 tahun. Setelah itu, ia fokus membuat beat sendiri di kamarnya serta kerap melakukan freestyle di sekolah.
Benito berkuliah di Universitas Puerto Rico kampus Arecibo pada program komunikasi audivisual. Ia membiayai studinya selama berkuliah sambil bekerja sebagai pengemas barang di supermarket.
Sambil bekerja, ia merilis lagu-lagunya secara mandiri melalui SoundCloud. Bakatnya menarik perhatian produser musik, dan dalam waktu singkat, ia bertransformasi menjadi pemimpin genre Latin Trap dan Reggaeton global. Pada tahun 2026, ia bahkan baru saja memenangkan Album of the Year di Grammy Awards lewat albumnya yang bertajuk “Debí Tirar Más Fotos”.
Perjalanan Karier Bad Bunny
Perjalanan karier Bad Bunny dimulai secara unik pada tahun 2016, di mana ia menerima panggilan dari para produser saat dirinya masih bekerja sebagai staf di sebuah toko kelontong. Langkah besar pertamanya diambil bersama manajer Noah Assad dengan strategi mandiri yang fokus pada perilisan single dan video melalui YouTube, alih-alih bergantung pada label rekaman besar.
Memasuki tahun 2017, ia mulai mendominasi tangga lagu melalui deretan single sukses, yang kemudian memuncak pada tahun 2018 lewat kolaborasi fenomenal "I Like It" bersama Cardi B dan J Balvin. Lagu tersebut berhasil mencetak sejarah dengan menduduki peringkat nomor 1 di Billboard Hot 100 dan meraih nominasi Grammy.
Keberhasilan ini diperkuat dengan peluncuran album debutnya, "X 100PRE", pada Malam Natal 2018. Album yang memamerkan kemampuannya dalam lintas genre ini langsung merajai tangga lagu Top Latin Albums Billboard, memenangkan Latin Grammy, hingga meraih sertifikasi Diamond pada 2019.
Dominasinya terus berlanjut di tahun yang sama melalui proyek kolaborasi "Oasis" bersama J Balvin yang kembali mengukuhkan posisinya di kancah musik global dengan nominasi Grammy tambahan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News