D’MASIV jadi petugas Transjakarta dalam rangka satu tahun pembelian hak nama Halte Petukangan D’MASIV (Foto: Instagram @dmasiv)
D’MASIV jadi petugas Transjakarta dalam rangka satu tahun pembelian hak nama Halte Petukangan D’MASIV (Foto: Instagram @dmasiv)

Rayakan Satu Tahun Halte Petukangan D'MASIV, Rian CS Jajal Jadi Petugas Transjakarta

Basuki Rachmat • 04 Maret 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • D’MASIV turun langsung jadi petugas Transjakarta di Koridor 13 rayakan setahun Halte Petukangan D’MASIV.
  • Rayakan halte bernama D’MASIV, band asal Ciledug ini kenang perjalanan karier dari titik awal hingga kini.
  • D’MASIV jadi band pertama di Indonesia beli naming rights halte Transjakarta sejak Maret 2025.
Jakarta: Ada pemandangan tak biasa di Koridor 13 Transjakarta, Selasa, 3 Maret 2026. Personel D’MASIV turun langsung menjadi petugas Transjakarta dalam rangka merayakan satu tahun pembelian hak penamaan (naming rights) Halte Petukangan D’MASIV di Jakarta Selatan.
 
Melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, band yang digawangi Rian Ekky Pradipta (vokal), Nurul Damar (gitar), Rayyi Kurniawan (bass), Dwiki Aditya (gitar), dan Wahyu Priadji (drum) itu membagikan momen saat melayani penumpang di Koridor 13 rute Ciledug–Tegal Mampang, yang dikenal sebagai jalur layang atau “Jalur Langit”.
 
Tak sekadar seremonial simbolis, kelima personel D'MASIV benar-benar membagi tugas layaknya staf profesional PT Transjakarta. Mulai dari membantu mengatur arus naik-turun penumpang, menjaga keamanan halte, hingga berinteraksi langsung dengan pengguna Transjakarta. 

Bahkan, mereka juga menyempatkan diri menghibur penumpang lewat penampilan live set akustik di dalam bus.
 
"Genap 1 tahun Halte Transjakarta Petukangan D'MASIV. Dari Ciledug, tempat kami bermimpi, sampai menemani perjalanan ribuan orang setiap hari," tulis D'MASIV di Instagram.
Kawasan Ciledug bukan sekadar lokasi biasa bagi para personel D'MASIV. Dari daerah itulah mereka memulai karier, berlatih musik, mengikuti banyak festival hingga melesat sebagai band populer di Indonesia.
 
"Bagi kami, ini bukan sekadar nama halte, ini tentang perjalanan, tentang proses, tentang #MelangkahLebihJauh. Untuk menandai satu tahun ini, kami mencoba turun langsung menjadi bagian dari keluarga Transjakarta," lanjut mereka.
 


 
Dalam keterangan unggahan tersebut, masing-masing personel juga menerangkan peran yang mereka jalani selama sehari penuh bersama PT Transportasi Jakarta.
 
Rian bertugas sebagai pramudi, Ramadhan Rama menjadi pramusapa, Dwiki sebagai pramujaga, Wahyu bertugas di patroli jalur, dan Rai Dinata menjadi petugas keamanan halte. 
 
"Dan tentu saja, kami juga menghibur para penumpang, khususnya Koridor 13 alias Jalur Langit," tutup D'MASIV.

Band Pertama yang Beli Naming Rights Halte

Seperti diketahui, pada 3 Maret 2025, D’MASIV resmi membeli hak penamaan Halte Petukangan yang berada di Koridor 13. Sejak saat itu, halte tersebut berganti nama menjadi Halte Petukangan D’MASIV.
 
Langkah ini menjadi sorotan karena D’MASIV tercatat sebagai band pertama di Indonesia yang membeli naming rights halte transportasi publik. 
 
Biasanya, hak penamaan seperti ini dilakukan oleh perusahaan atau korporasi besar. Keputusan tersebut juga menjadi bagian dari selebrasi 22 tahun perjalanan D’MASIV di industri musik Indonesia. 
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA