Jakarta: Stevan Pasaribu berkolaborasi dengan Andi Rianto melalui single terbaru berjudul “siapa yang tahan”, yang dirilis pada 30 September 2026. Lagu ini mengangkat cerita tentang seseorang yang bertahan terlalu lama dalam hubungan yang justru terus memberinya luka.
Ditulis oleh Andi Rianto, Stevan Pasaribu, dan Kamga, “siapa yang tahan” berangkat dari situasi ketika sebuah hubungan tidak lagi berjalan secara sehat. Upaya untuk mempertahankan hubungan berulang kali berakhir pada persoalan yang sama, hingga muncul kesadaran bahwa sebuah hubungan tidak mungkin dipertahankan hanya oleh satu orang.
Stevan mengatakan lagu tersebut menjadi cara baginya untuk menggambarkan titik ketika seseorang mulai menyadari batas dirinya.
“Lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan cerita tentang seseorang yang sudah terlalu lama bertahan dalam sebuah hubungan yang sebenarnya sudah banyak melukainya. Kadang kita bertahan bukan karena semuanya masih baik baik saja, tapi karena masih berharap keadaan bisa berubah. Sampai akhirnya kita sadar bahwa hubungan itu nggak bisa diperjuangin sendirian. Buat aku, ‘siapa yang tahan’ bukan cuma tentang berakhirnya sebuah hubungan, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita juga punya batas dan berhak memilih diri sendiri,” ujar Stevan.
Lirik lagu tersebut menggambarkan hubungan dengan pasangan yang egois dan keras kepala. Kondisi itu antara lain tercermin melalui penggalan lirik “Terpujilah wahai kerasnya kepalamu”, sebelum konflik emosionalnya mencapai puncak melalui bagian “Sirna, habis tak tersisa, senangmu menyiksa, ku ada batasnya.”
Dari sisi musikal, “siapa yang tahan” mempertemukan karakter vokal Stevan dengan pendekatan aransemen Andi Rianto yang menggunakan orkestrasi Budapest Scoring Orchestra. Andi juga menangani produksi dan aransemen lagu tersebut, sementara komposisi dan lirik dikerjakan bersama Stevan dan Kamga.
Cerita mengenai hubungan yang penuh tekanan itu kemudian diterjemahkan ke dalam video musik arahan Bagoes Tresna Adji. Video tersebut menampilkan pasangan yang terjebak dalam hubungan tidak sehat. Sang perempuan digambarkan posesif dan mengekang, sementara konflik semakin tajam ketika sang pria mengetahui bahwa pasangannya berselingkuh.
Dengan demikian, “siapa yang tahan” tidak sekadar menempatkan perpisahan sebagai akhir sebuah hubungan. Lagu ini mengambil sudut pandang seseorang yang harus menentukan kapan mempertahankan hubungan dan kapan mulai memberi ruang bagi dirinya sendiri.
Single “siapa yang tahan” telah tersedia di seluruh platform musik digital sejak 30 September 2026. Video musiknya dirilis melalui kanal YouTube Stevan Pasaribu Musica Official.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan