Nuno Bettencourt (Foto: iheart)
Nuno Bettencourt (Foto: iheart)

Konser di Jogjarockarta, Gitaris Band Extreme Singgung Darah Indonesia Van Halen

Cecylia Rura • 02 November 2019 18:13
Jakarta: Gitaris band Extreme, Nuno Bettencourt menuliskan asal muasal Edward Van Halen, legenda gitaris top dunia dan pernah dinobatkan sebagai gitaris terbaik sepanjang masa oleh Majalah Rolling Stone memiliki darah Indonesia. Cerita itu ditulis dalam tajuk The Motherland.
 
Nuno menjabarkan tentang sosok pahlawan Amerika dan apa yang menjadikannya seorang pahlawan. Dalam tulisannya, dia menuliskan Guitar God atau sang gitaris legenda pada awal zaman munculnya gitar elektrik. Saat itu tidak sebanyak sekarang.
 
Gitar elektrik dinilai memiliki pengaruh besar pada kultur musik termasuk dalam mengubah susunan instrumen musik. Pengaruhnya begitu dirasakan oleh dunia.

Maksud dari Nuno menuliskan cerita The Motherland, dia ingin memaparkan sosok pahlawan Amerika tak harus berasal dari 'bibit' Amerika. Nuno tengah membicarakan sosok ibu dari Van Halen, Eugenia van Beers, Eropa-Indonesia asal Rangkasbitung.
 
"Wanita yang di gambar ini, saya baru saja mendarat di tanah kelahirannya. Pulau Jawa, Indonesia. Ini adalah pusat dari kekuatan Kerajaan Hindu-Buddha, Kesultanan Islam, dan pusat dari kolonial Hindia Belanda," tulis Nuno melalui laman Facebook, Jumat, 1 November 2019.
 
Nuno menceritakan bagaimana ayah Van Halen, Jan Van Halen jatuh cinta pada seorang gadis Indonesia, Eugenia, ibu Edward Van Halen. Saat itu, banyak musisi berbakat, musisi jazz asal Belanda datang ke Tanah Jawa untuk tampil. Jan Van Halen saat itu dikenal sebagai pemain saksofon untuk musik jazz.
 
Pelik kisah mereka berujung saat bom Hiroshima dari Jepang membombardir Indonesia yang menandakan Perang Dunia ke-2 berakhir. Jan Van Halen harus memutuskan untuk tinggal di Indonesia di bawah kekuasaan politik baru atau kembali ke Belanda.
 
Jan Van Halen akhirnya pulang ke Belanda bersama Eugenia dan menikahinya kemudian mereka pindah ke Pasadena, California dan lahirlah Alex serta Edward (Eddie). Nuno merasa kagum dengan cerita Indonesia dan Belanda melalui kedua orangtua Van Halen.
 
"Mengapa ini menarik perhatian saya? Karena cerita cinta ini berangkat dari Indonesia ke Belanda dan akhirnya ke Pasadena, California, dan melahirkan bagiku seorang G.O.A.T, Edward Van Halen," tulis Nuno.
 
Nuno membayangkan melihat Jan Van Halen bermain musik jazz di sebuah bar kecil dari jendela kamarnya hotelnya. Itu membuatnya sangat kagum.
 
Cerita moral yang ingin disimpulkan Nuno adalah menjadi orang Amerika adalah membagikan indahnya keberagaman, merayakan apa yang membuat kita menjadi berbeda satu sama lain. Amerika sudah dikenal sebagai melting pot, tempat para perantau dari berbagai daerah mencari peruntungan.  
 
"Daripada saling takut akan perbedaan itu, kita memiliki banyak hal nutuk dibagikan sebagai sebuah negara," tulis Nuno.
 
Band Extreme akan menjadi penampil utama dalam gelaran JogjaROCKarta besutan Rajawali Indonesia, Minggu, 3 november 2019 di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Extreme saat ini digawangi Gary Cherone (vokal), Nuno Bettencourt (vokal/gitar), Pat Badger (bass), dan Kevin Figueiredo (drum).
 
Extreme sebelumnya pernah manggung di Indonesia 11 tahun silam di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada 15 Desember 2008. Kedatangan mereka kali ini memeriahkan gelaran tahun ketiga JogjaROCKarta. Sebelumnya, acara tahunan Rajawali Indonesia ini telah menghadirkan Dream Theater dan Megadeth.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan