Christine Hakim (Foto: MI/Susanto)
Christine Hakim (Foto: MI/Susanto)

Christine Hakim Kenang Proses Produksi film Tjoet Nja’ Dhien

Hiburan film indonesia
Dhaifurrakhman Abas • 29 Agustus 2019 11:24
Jakarta: Aktris senior, Christine Hakim, mengenang proses produksi film Tjoet Nja’ Dhien yang dia perankan 34 tahun lalu. Saat itu tidak ada referensi tokoh pahlawan Aceh tersebut.
 
"Sayangnya penulisan sejarah tentang almarhum (Tjoet Nja’ Dhien) sangat terbatas sekali," kata Christine, dalam Pemutaran Film & Diskusi Tokoh SK Trinurti & Laksamana Malahayati, di Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019.
 
Christine hanya dibekali setumpuk buku sejarah oleh tim produksi dan sutradara film, Eros Djarot. Sebagian besar buku itu berbahasa Belanda yang tidak sulit dipahami Christine.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya hanya diberikan buku setumpuk sejarah. Saya bilang, ini mau bikin film atau bikin skripsi," kelakar Christine, diikuti gelak tawa penonton.
 
Christine juga mengenang, saat itu tidak ada satupun orang yang bisa diminta arahan dan tanggung jawab bagaimana memerankan sosok tokoh Tjoet Nja’ Dhien. Dia lantas mencari tahu sendiri.
 
"Ketika itu, saya juga mencari tahu dari seorang Professor dari Universitas Gajah Mada," ujarnya.
 
Meski tak memiliki haluan, Christine juga merasa hal itu membuatnya tidak terlalu terbebani. Dia merasa jadi bisa bebas mengekspresikan diri dalam memerankan Tjoet Nja’ Dhien.
 
"Tidak ada satupun yang bisa mempertanggungjawabkan siapa itu Tjoet Nja’ Dhien. Lantas, saya memiliki kebebasan mengintepetrasi bagaimana memerankan Tjoet Nja’ Dhien," beber dia.
 
Lebih lanjut, aktris senior tersebut mengaku tidak ada ritual khusus untuk mendalami sosok pahlawan asal Aceh itu. Dengan sedikit referensi, Christine juga melancarkan doa dan ibada agar semuanya berjalan lancar.
 
"Itu memacu saya meminta dipandu dan dituntun, karena hanya tuhan yang paling tahu siapa itu Tjoet Nja’ Dhien," tandasnya.
 
Pembuatan film Tjoet Nja’ Dhien membutuhkan waktu yang panjang. Film tersebut mulai diproduksi tahun 1985 dan dirilis tiga tahun kemudian.
 
Film garapan Eros Djarot ini memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia 1988. Selain Christine Hakim, film ini juga diperankan Piet Burnama sebagai Panglima Laot, Slamet Rahardjo sebagai Teuku Umar, dan juga didukung Rudy Wowor.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif