Raisa tampil duet dengan Yura Yunita di sesi jumpa pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 (Foto: Medcom/Basuki)
Raisa tampil duet dengan Yura Yunita di sesi jumpa pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 (Foto: Medcom/Basuki)

Berperan sebagai Srikandi, Ini Tantangan Raisa di Pagelaran Sabang Merauke 2026

Basuki Rachmat • 20 Mei 2026 15:10
Ringkasnya gini..
  • Raisa debut di panggung musikal lewat Pagelaran Sabang Merauke 2026 sebagai tokoh Srikandi Nusantara.
  • Raisa siap keluar dari zona nyaman saat memerankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026.
  • Pagelaran Sabang Merauke 2026 hadir megah di GBK, Raisa dipercaya memerankan tokoh Srikandi.
Jakarta: Panggung megah Pagelaran Sabang Merauke bersiap kembali menyapa pencinta seni budaya Tanah Air tahun ini. Mengusung tema besar Hikayat Srikandi Nusantara, pertunjukan kolosal tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
 
​Menariknya, pagelaran tahun ini menjadi momen istimewa bagi solois papan atas, Raisa. Pelantun hits "Serba Salah" tersebut dikonfirmasi akan melakoni debutnya di panggung musikal dengan mengemban peran sakral sebagai tokoh pahlawan wanita, Srikandi.
 
Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026, penyanyi berusia 35 tahun ini tak mampu menyembunyikan rasa antusias sekaligus gugupnya. Raisa membeberkan bahwa terlibat dalam proyek ini menuntutnya untuk keluar dari zona nyaman sebagai penyanyi pop.

"Ini merupakan pertama kalinya aku di panggung musikal dan langsung skalanya nggak main-main ya, langsung pagelaran sebesar ini gitu. Jadi challenge-nya adalah semuanya, dari mulai nyanyinya challenge, latihan koreografinya challenge, terus habis itu akting dan menghafalin skripnya challenge, latihannya challenge,semuanya adalah challenge yang baru buat aku," ungkap Raisa.
 
​Kendati dihadapkan pada tekanan besar, Raisa memandang proyek ini sebagai wadah dirinya untuk menimba ilmu baru langsung dari para maestro dan seniman lintas disiplin Tanah Air yang jauh lebih berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi.
 
"Aku kebayang setelah selesai Pagelaran Sabang Merauke tahun ini, aku bakalan punya ilmu yang baru banget dari semua teman-teman yang sudah jauh lebih berpengalaman daripada aku. Dan juga aku akan punya banyak lagi ilmu-ilmu tentang kebudayaan Indonesia yang mungkin aku sendiri sebagai orang Indonesia belum tahu ya," tuturnya.
 
Pengalaman takjub itu bahkan sudah ia rasakan sejak beberapa minggu lalu, tepatnya saat dirinya didapuk menjadi dewan juri untuk audisi penari daerah yang akan tampil di acara ini. Raisa pun mengaku dibuat terpana melihat kekayaan kostum serta gerak tari tradisional yang baru pertama kali ia saksikan.
 
"Beberapa minggu lalu kita sempat ada di sini untuk penjurian untuk dancer yang akan tampil nanti di audisi. Dan di situ saja aku masih 'Oh, aku belum pernah lihat tari ini', 'Oh, aku belum pernah lihat kostum ini'. Dan dari skala di sini saja aku sudah sebegitu terkagum-kagumnya dengan budaya kita sendiri sebagai orang Indonesia gitu," lanjut Raisa.
 
Sebagai penutup, Raisa pun menegaskan bahwa dirinya kini siap untuk menghadapi tantangan dan siap untuk belajar dalam kesempatan perdananya tampil di Pagelaran Sabang Merauke 2026.
 
"Jadi aku looking forward for the challenge dan juga looking forward untuk belajar dan mengenali budaya kita sendiri," tutup Raisa.
 
Sesuai dengan tajuk Hikayat Srikandi Nusantara, fokus utama pertunjukan tahun ini adalah mengangkat kisah keteladanan, keberanian, hingga kontribusi nyata perempuan-perempuan tangguh dalam cerita rakyat Indonesia. Nilai-nilai emansipasi dan kepahlawanan tersebut nantinya akan dikemas secara apik lewat peleburan seni tari tradisional, aransemen musik modern-tradisional, serta seni teater teatrikal.
 
​Skala produksi tahun ini pun dipastikan akan jauh lebih masif dari edisi-edisi sebelumnya. Pagelaran Sabang Merauke 2026 tercatat melibatkan lebih dari 1.700 total pelaku produksi.
 
Lini penampil di atas panggung akan diisi oleh 15 penyanyi solo dan 1 grup band nasional, 387 penari budaya dari berbagai pelosok daerah, serta 50 musisi tradisional. Kemegahan audio pertunjukan akan disempurnakan oleh 119 anggota paduan suara (gabungan dari Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, dan Armonia Choir), yang diiringi oleh megahnya permainan 60 anggota Jakarta Concert Orchestra di bawah komando konduktor ternama, Avip Priatna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA