Liriknya, yang dibuat oleh Slank, memuat ajakan untuk menghapus sikap saling memusuhi dalam hajatan Pemilu lima tahunan, selain tentu saja, juga mengajak orang untuk memilih kandidat presiden yang mereka dukung.
Lebih dari 100 orang terlibat dalam mengisi vokal dan musiknya. Selama empat hari pada 11-14 Maret 2019, mereka bergantian datang melakukan rekaman atau mengirim hasil rekaman sendiri.
Oppie Andaresta, salah satu artis di balik proyek kolaborasi itu, menyatakan bahwa keterlibatan langsung Slank dalam lagu kampanye Pilpres 2019 "sudah ditunggu-tunggu".
"Hal yang saya suka, ada istilah 'Slank turun gunung'. Jadi, ditunggu-tunggu. Saya sudah colek-colek Mas Bimbim. Dia bilang, 'Nanti tunggu waktu yang tepat.' Akhirnya dimulai sejak Senin lalu," kata Oppie di markas Slank Gang Potlot, Jumat pekan lalu.
Menurut Oppie, awalnya mereka hanya mendata 33 orang rekan kolaborasi. Itu sudah termasuk para personel Slank dan Bunda Iffet. Namun dalam perjalanan, semakin banyak yang bergabung sehingga mencapai 100-an. Sebagian besar pernah bergabung dalam gerakan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014.
"Setiap artis membuka pintu ke artis-artis yang lain," ujar Oppie.
Beberapa nama lain di antaranya Joe Tirta, Addie MS< Ananda Sukarlan, Anwar Fuady, Butet Kartaredjasa, Che Cupumanik, Christine Hakim, Desta, Dira Sugandi, Eddi Brokoli, Iis Dahlia, Iwa K, John Paul Ivan, Keenan Nasution, Mang Saswi, Marcello Tahitoe, Monita Tahalea, Once Mekel, Poppy Sovia, Sandy PAS Band, Sophia Latjuba, Uus, Yama Carlos, Yenny Wahid, serta Institut Musisi Jalanan.
Sementara itu, Slank dan rekan-rekan mereka sedang menyiapkan pertunjukan musik serupa Konser Salam Dua Jari 2014, untuk mendukung kandidat presiden yang sama. Rencananya, konser akan digelar di Gelora Bung Karno pada 13 April 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News