Dalam musik Indonesia, terdapat lagu maupun album yang mengangkat tema sejoli. Baik berupa tokoh fiktif maupun nyata. Yang jelas, kehadiran para sejoli ini dalam musik Indonesia menarik untuk disimak.
Masing-masing penyanyi atau grup musik punya cara tersendiri dalam merangkai kisah kehidupan sejoli dalam karya mereka. Ada yang menceritakan secara elegan, manis, dan penuh romansa, namun ada pula yang menceritakan dengan gaya blak-blakan, realistis, juga vulgar. Berikut kami rangkum enam sejoli yang telah beredar di dunia musik Indonesia.
1. Galih & Ratna
Lagu ini dipopulerkan pertama kali oleh Chrisye. Ditulis oleh Guruh Soekarnoputra, Galih & Ratna menceritakan kisah-kasih sepasang kekasih yang menjalin asmara sejak SMA.
Galih & Ratna menjadi lagu penutup dalam album Puspa Indah yang dirilis pada 1979.
Dalam perkembangannya, beberapa musisi lain ikut membawakan Galih & Ratna dengan gaya dan aransemen yang disesuaikan. Pada tahun ini, Galih & Ratna kembali dirilis oleh trio GAC. Perilisan itu menjadi bagian dari soundtrack film Galih & Ratna yang disutradarai Lucky Kuswandi.
2. Surti Tejo
Inilah pasangan fiktif yang populer di kancah musik rock. Berterimakasihlah pada Azis MS, gitaris Jamrud, yang telah melahirkan sepasang kekasih yang ikonik ini, dengan segala problematika yang mereka lalui.
Jika pasangan-pasangan lain dalam lagu atau novel dikisahkan dengan begitu elegan, tragedi yang terukur, gejolak muda yang menyenangkan, tapi tidak dengan Surti Tejo. Pasangan ini seolah menjadi antitesis romansa pasangan fiktif lain.
Surti Tejo tak ubah pasangan dari golongan masyarakat kelas pekerja. Mereka diceritakan memadu kasih di pematang sawah. Azis sangat pandai membuat cerita dalam lagu, dengan gaya penuturan yang blak-blakan, nakal, juga vulgar, lagu ini sukses di pasaran.
Surti Tejo terdapat dalam album NIngrat yang dirilis pada 2000. Lagu ini berhasil menjadi lagu andalan para remaja kala itu untuk dinyanyikan bersama-sama saat berkumpul, dan tentu saja berteriak bersama pada bagian-bagian tertentu pada lirik lagu.
3. Windu Defrina
Pasangan ini diperkenalkan oleh White Shoes & The Couples Company, lewat album debut mereka yang dirilis pada 2005. Windu dan Defrina merupakan sosok nyata, yang kemudian menginspirasi WSATCC dalam menulis lagu.
Lagu Windu Defrina sangat ikonik, baik dalam perkembangan karier WSATCC maupun bagi penggemarnya. Lagu ini dipastikan selalu sukses membuat para penonton konser WSTACC bernyanyi bersama ketika dibawakan.
4. Johan & Enny
Lagu manis dari Naif ini menarik. Pasalnya, di dalam lirik, tidak disebutkan atau diceritakan secara gamblang soal siapa dan bagaimana kehidupan si Johan & Enny. Nama Johan & Enny hanya tersemat sebagai judul. Namun, justru hal itu yang membuat kita semua melayangkan pikiran lebih jauh tentang siapa Johan & Enny sebenarnya,dengan mengaitkan dengan lirik yang dilafalkan David tentunya.
Siapapun Johan & Enny, nampaknya kisah mereka menyiratkan kesetiaan. Hal itu terdengar dari penggalan lirik, “Hei kamu yang di belakang itu, kuingin engkau tahu bila dikau menutup pintu, ku ‘kan tetap menunggu.”
Johan & Enny terdapat dalam album Jangan Terlalu Naif yang dirilis pada tahun 2000.
5. Balada Joni dan Susi
Joni dan Susi tidak terbatas ruang dan waktu, begitu juga sekat lagu. Grup musik asal Yogyakarta, Melancholic Bitch menceritakan sepasang kekasih ini dalam sebuah album, bukan hanya satu lagu.
KIsah Joni dan Susi pertama dirilis pada 2009, lewat album kedua Melancholic Bitch, Balada Joni dan Susi. Dalam intro album, Melancholic Bitch menjelaskan dua karakter itu secara singkat, dengan iringan musik yang lambat, berat, juga gelap.
6. Rudi & Dewi dalam Lagu Walah
Kisah Rudi dan Dewi dihadirkan dalam lagu Walah dari Netral. Bukan Netral namanya jika tidak menghadrikan lirik yang eksentrik.
“Rudi berlari ke sana ke sini, begitu gembira hati ini, bintang yang telah lama dinanti-nanti, kini telah jatuh menimpa bumi,” bunyi bait pertama Walah. Secara tersirat “bintang” yang dinanti adalah sosok kekasih yang didambakan Rudi.
“Dewi berlari ke sana ke sini, begitu indahnya hari ini, kucing yang telah lama dinanti-nanti, kini mengeong di depan pintu,” bunyi bait kedua.
Jika pada bait pertama Dewi dinanti-nantikan bagai “bintang” jatuh, lalu seperti apa Rudi dinantikan dalam kisah bait kedua? Netral memang pandai membuat pendengarnya tersenyum dengan lirik gamblangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News