Sezairi Sezali Berkiblat pada Musik Indonesia dalam Berkarya

Cecylia Rura 30 November 2018 09:00 WIB
Sezairi Sezali
Sezairi Sezali Berkiblat pada Musik Indonesia dalam Berkarya
Sezairi Sezali. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Jakarta: Industri musik Indonesia dibidik menjadi pasar empuk bagi musisi asal Singapura, Sezairi Sezali. Jawara ajang pencarian bakat Singapore Idol musim ketiga itu belum lama ini merilis singel baru berjudul Mirage. Ia mempromosikannya langsung di Indonesia.

Bagi musisi yang juga memiliki darah Pekalongan dari sang ibu, ia terpacu untuk mengembangkan musiknya dengan memperkenalkan diri di industri hiburan Tanah Air. Kesempatan ini digunakan untuk berjejaring dengan para profesional di industri musik.

“Bagi saya Jakarta seperti New York. Kehidupan di sini sangat keras dan musik di sini sangat cemerlang. Bagi saya, untuk menjadi seniman Anda harus mencari dan berada di lingkungan para seniman hebat. Itu cara saya untuk bisa maju di dunia musik. Itu menjadi alasan mengapa saya di Indonesia mempromosikan musik saya,” tuturnya ketika berkunjung ke kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis 29 November 2018.

Sezairi sempat merilis dua singel berbahasa Indonesia. Pada 2013, ia pertama kali merilis singel Sayang, disusul lagu Jangan Coba Berlari setahun setelahnya. Lagu Sayang menjadi debutnya menulis lirik lagu penuh dalam bahasa melayu.

“Sebelumnya saya hanya menulis lagu dalam bahasa Inggris. Itu (Lagu Sayang) adalah lagu pertama yang saya tulis dalam bahasa Melayu. Ini seperti tantangan bagi saya untuk menggunakan bahasa ibu karena saya biasa menggunakan bahasa bilingual,” cerita musisi berusia 31 tahun itu.

“Jika Anda mendengarkan lagu Sayang, Anda seperti mendengar musik Indonesia pop jazz Maliq & D’Essentials. Ini adalah bukti fisik bahwa saya mendengarkan musik Indonesia kemudian mengadaptasinya. Karena musik-musik seperti ini jarang sekali ada di Singapura,” imbuhnya.

Arie Renaldi menjadi produser untuk album EP Sezairi pada 2016 lalu. EP ini dirilis melalui label Sony Music Entertainment. Sebelumnya, ia juga sempat mengungkapkan album Gajah milik Tulus menginspirasinya bermusik.

Selain Tulus, ia juga jatuh cinta pada musik Barry Likumahuwa. Menanggapi pertanyaan Medcom.id soal musisi favorit, untuk kali pertama ia mendengarkan musik Barry Likumahuwa dalam gelaran Java Jazz 2012. Saat itu, Barry Likumahuwa tampil di panggung outdoor dan sempat beraksi dalam Barry Likumahuwa Project (BLP).

“Barry Likumahuwa for sure. Ketika saya berada di studio Arie (Arie Renaldi). Saya bilang, ‘Panggil Barry’. Saya ingin berbincang dengannya,” ungkap musisi jebolan Singapore Idol itu sambil berkelakar.

“Sebenarnya cerita pertama ketika menghadiri Java Jazz (sekitar 2011-2012). Saat itu dia punya album Generasi Sinergi. Dia memainkannya di panggung outdoor dan saya tidak pernah mendengar musik Barry Likumahuwa sebelumnya,” sambung Seizairi.

Sezairi juga kerap mendengarkan lagu-lagu band indie di Indonesia seperti Sore dan Maliq & D'Essentials.

 

(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id