Diskoria dan Afifah Yusuf (Foto: dok. Suara Disko)
Diskoria dan Afifah Yusuf (Foto: dok. Suara Disko)

Diskoria Aransemen Ulang Lagu Hetty Koes Endang, Melibatkan Fariz RM sebagai Sutradara

Hiburan musik indonesia fariz rm Suara Disko Diskoria
Agustinus Shindu Alpito • 15 Oktober 2020 14:16
Jakarta: Kolektif Diskoria lewat duo DJ Merdi Leonardo dan Fadli Aat, kembali merilis singel baru, setelah beberapa waktu lalu sukses dengan Serenata Jiwa Lara yang dinyanyikan Dian Sastro.
 
Kali ini Diskoria membawakan singel berjudul Pelangi Cinta. Sebuah lagu yang awalnya dipopulerkan oleh Hetty Koes Endang, pada era 1980-an. Menariknya, Diskoria mengajak serta putri Hetty Koes Endang, yaitu Afifah Yusuf, dalam proyek kolaborasi ini.
 
Sebelum dibawakan oleh Hetty Koes Endang pada 1982, lagu yang ditulis oleh A. Riyanto ini sempat dibawakan Jamal Mirdad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain Pelangi Cinta memiliki emotional touch untuk saya karena pernah di
nyanyikan oleh sosok yang sangat inspiratif dalam hidup saya, secara melodi dan keseluruhan konsep lagu ini sangat sesuai sebagai lagu perkenalan dari projek kolaborasi bersama Diskoria. Ibarat permata, ini adalah permata yang tersembunyi dan layak untuk kilaukan kembali,” ujar Afifah Yusuf dalam keterangan pers.
 
Menariknya kolaborasi antara Diskoria dengan Afifah terjadi secara organik. Awalnya, Diskoria membuat unggahan via Instagram Story, video memutar piringan hitam lagu dari Heldek's Group, yang salah satu anggotanya adalah Hetty Koes Endang. Unggahan itu memantik pembicaraan dengan Afifah. Singkat cerita, mereka lantas sepakat untuk berkolaborasi.
 
“Selama proses penggarapan, semua berjalan cukup natural. Sebuah kejutan yang menyenangkan adalah ketika take vocal lagu ini dihadiri oleh penyanyi aslinya langsung, Hetty Koes Endang, dan bisa dibilang tidak ada tekanan untuk perbedaan interpretasi akan lagu ini, yang akhirnya membuat kita jadi lebih percaya diri. Satu hal yang menarik lagi, ada sedikit penyesuaian lirik yang direkomendasikan oleh beliau, karena lagu aslinya dibuat berdasarkan sudut pandang pria, maka untuk versi yang dinyanyikan wanita, kita ubah sedikit susunan liriknya agar terdengar lebih feminin," jelas Diskoria.
 
Satu hal yang cukup mengejutkan dari proyek ini adalah keterlibatan Fariz Roestam Munaf. Bukan sebagai kolaborator musik, tetapi sebagai sutradara video musik.
 

 

 
(ASA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif