Jazz Gunung Bromo 2019 (Foto: Medcom/Shindu)
Jazz Gunung Bromo 2019 (Foto: Medcom/Shindu)

Suguhan Jazz-Melayu pada Hari Kedua Jazz Gunung Bromo

Hiburan Jazz Gunung Bromo 2019
Agustinus Shindu Alpito • 27 Juli 2019 18:23
Probolinggo: Jazz Gunung Bromo 2019 masuk ke penyelenggaraan hari kedua atau hari terakhir, pada Sabtu, 27 Juli 2019.
 
Festival hari kedua dibuka dengan penampilan MLD Jazz Project season 4. Sebuah grup hasil ajang pencarian bakat. Mereka membawakan aransemen ulang hit Koes Plus, Manis dan Sayang, plus lagu My Favourite Things yang dikenal sebagai soundtrack film The Sound of Music.
 
Di akhir penampilannya, mereka membawakan lagu Semua Bisa Bilang versi aransemen jazz.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal menarik di awal hari kedua festival adalah kehadiran Geliga. Sebuah grup asal Pekanbaru, Riau, yang mengawinkan melodi Melayu dengan jazz.
 
Melodi Melayu itu secara gamblang disuarakan lewat instrumen violin. Selain itu, mereka juga mengaransen langgam Melayu lama berjudul Damak, dan Tanjung Katung.
 
Geliga dalam bahasa Melayu berarti istimewa, dan memiliki sinonim dengan sesuatu yang pintar, berkilau.
 
Grup ini dilahirkan oleh musisi jazz Eri Bob. Seorang musisi yang otodidak belajar jazz. Lahir dan besar di Sumatra membuat Eri punya naluri musik Melayu yang kuat. Kecintaanya pada jazz lantas dia kawinkan dengan melodi-melodi Melayu.
 
Eri bukan orang baru di dunia musik jazz. Dia dikenal sebagai musisi yang punya visi mengangkat kultur musik Melayu lewat medium yang luas, dalam hal ini musik jazz.
 
Hari kedua Jazz Gunung Bromo menampilkan sejumlah musisi besar, antara lain Nita Aartsen, Didi Kempot, Candra Darusman, dan Djaduk Ferianto.
 
Jazz Gunung Bromo digelar dua hari, yaitu pada 26 & 27 Juli 2019. Tahun ini adalah kali kesebelas Jazz Gunung Bromo digelar.
 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif