Endah Widiastuti (sisi tengah) dan Rhesa Aditya (sisi kiri) ketika wawancara dalam acara Shindhu's Scoop. (Foto: youtube/Medcom id
Endah Widiastuti (sisi tengah) dan Rhesa Aditya (sisi kiri) ketika wawancara dalam acara Shindhu's Scoop. (Foto: youtube/Medcom id

Endah N Rhesa Menyibak “Menyambut Matahari”, Album tentang Luka dan Kehilangan

Agustinus Shindu Alpito • 28 Agustus 2026 08:07
Ringkasnya gini..
  • Endah N Rhesa merilis mini album "Menyambut Matahari" yang mengusung tema duka, kehilangan, dan masa sulit.
  • Lagu "Terang Bulan" menggambarkan proses kontemplasi, penerimaan luka, dan pencarian ketenangan diri.
  • Album ini menjadi sarana mengabadikan pelajaran hidup dan fana hubungan saat memasuki usia 40 tahun
Jakarta: Duo musik Endah N Rhesa membeberkan konsep mini album terbaru mereka, Menyambut Matahari, saat menjadi bintang tamu dalam acara Shindhu’s Scoop pada Selasa (18/8/2026). Album tersebut sarat akan tema duka dan kehilangan yang terinspirasi dari masa-masa sulit mereka selama dua tahun terakhir.
Endah mengungkapkan bahwa album ini memiliki nuansa yang jauh lebih melankolis dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya. Dalam rentang dua tahun tersebut, pasangan musisi ini melewati fase berat usai kehilangan anggota keluarga, teman dekat, hingga kucing peliharaan.
 
"Entah kenapa, kalau melihat konsep mini albumnya, bunyinya kurang lebih sendu dan jauh lebih melankolis daripada karya sebelumnya. Lebih ke nuansa sedih dan duka karena memang itu fase kehidupan kami dalam dua tahun kemarin," ujar Endah.
 
Rhesa menambahkan bahwa Menyambut Matahari merupakan pengingat sekaligus representasi dari proses merawat luka yang mereka alami.

"Album ini sebenarnya adalah album luka," kata Rhesa.

Makna Lagu dan Artwork "Terang Bulan"

Salah satu trek yang diulas dalam mini album ini adalah "Terang Bulan". Lagu yang menempati urutan ketiga dalam trek album tersebut menggambarkan fase kontemplasi serta penerimaan diri atas rasa sakit.
 
"Di lagu 'Terang Bulan', ini adalah fase saat sudah mulai bisa berdialog dengan diri sendiri dan mencapai ketenangan. Meskipun kita belum tahu apa yang akan terjadi ke depan, setidaknya sudah mulai terasa lega sedikit demi sedikit," jelas Endah.
 
Rhesa mempertegas bahwa nuansa kontemplatif lagu tersebut terefleksikan secara visual melalui artwork resminya, yang menampilkan sosok gadis menyendiri di tengah lautan di bawah pancaran sinar bulan.
 
"Gadis ini tidak ingin cepat-cepat pagi karena sangat menikmati momen ditemani terang bulan. Ada ketakutan jika matahari datang, sinarnya justru hilang," tutur Rhesa.

Pembelajaran di Usia 40 Tahun

Proses kreatif Menyambut Matahari juga menandai fase baru perjalanan hidup Endah N Rhesa saat memasuki usia 40 tahun. Kehilangan yang datang bertubi-tubi menyadarkan mereka akan sifat kehidupan yang sementara.
 
"Di usia awal 40 ini, kami mengalami hal-hal yang membuat berpikir: apakah kami semakin rapuh, atau memang dinamika ini baru datang di usia sekarang? Orang-orang datang dan pergi, tidak ada yang abadi. Kami belajar dari situ dan mengabadikan pelajarannya lewat musik," pungkas Rhesa.
 
Simak wawancara eksklusif Endah N Rhesa di bawah ini:
 

 

Baca Juga :

Ariel Tatum Ganti Nama, Kenapa?


 
(Nur Aldiansyah Amirulloh)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA