Marthin Siahaan (Foto: dok. Marthin Siahaan)
Marthin Siahaan (Foto: dok. Marthin Siahaan)

Musisi Indonesia Marthin Siahaan Rilis "Rhythm Inside", Lanjutkan Perjalanan Berkarya di Amerika Serikat

Agustinus Shindu Alpito • 21 Juli 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • Marthin Siahaan merilis "Rhythm Inside" sebagai karya terbaru sekaligus langkah melanjutkan kiprahnya sebagai musisi Indonesia di Amerika.
  • Lewat "Rhythm Inside", Marthin mengajak pendengar menyadari potensi diri melalui pesan tentang syukur, cinta, harmoni, dan keberanian menjalani hidup.
  • Single ini mempertemukan talenta Indonesia melalui kolaborasi Marthin bersama Albert Fakdawer dan mixing engineer peraih Billboard No. 1, Matt Marin.
Jakarta: Musisi Indonesia Marthin Siahaan kembali menghadirkan karya baru bertajuk "Rhythm Inside", sebuah single yang menandai kelanjutan perjalanannya meniti karier di Amerika Serikat. Setelah memutuskan menetap di Negeri Paman Sam, Marthin berupaya membangun eksistensinya sebagai musisi Indonesia yang berkarya langsung di tengah ekosistem industri musik Amerika.
 
Bagi Marthin, perilisan "Rhythm Inside" bukan sekadar memperkenalkan lagu baru. Karya ini menjadi bagian dari visinya untuk terus terhubung dengan pendengar di Indonesia sembari memperluas jejaring kreatif di Amerika.
 
Menurut Marthin, kata rhythm dalam lagu tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar irama musik. Ia memandang setiap manusia telah dibekali potensi dan fondasi kehidupan sejak awal.
 
"Lagu ini lahir dari kesadaran bahwa sebenarnya kita sudah memiliki semua yang kita perlukan. Tuhan sudah menaruh potensi itu dalam diri setiap orang. Tinggal bagaimana kita menyadarinya, merawatnya, lalu berani berkembang," ujar Marthin.

Nuansa tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam aransemen yang menggabungkan beat dominan, progresi akor yang kaya, serta lirik yang membawa pesan optimistis. Lewat Rhythm Inside, Marthin mengangkat tema syukur, cinta, harmoni, dan keberanian untuk menjalani hidup secara utuh.
 
Ia menjelaskan, lagu tersebut memiliki dua lapisan makna. Di satu sisi, rhythm merujuk pada unsur musikal, sementara di sisi lain menjadi simbol potensi yang terus bergerak dari dalam diri manusia.
 
"Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bahwa banyak hal baik sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Ada cinta, ada harmoni, ada kehidupan yang berjalan bersama. Kita baik baik saja, punya alasan untuk terus bersinar, dan tidak benar benar terikat oleh apa pun," katanya.
 
Melalui lirik penutup bertuliskan feel alive, I got rhythm inside, Marthin berharap pendengarnya tidak hanya menjalani hidup sebagai rutinitas, tetapi juga benar benar menghidupinya.
 
"Buat saya pesannya sederhana, jangan hanya sekadar hidup, tetapi hidupkan hidup itu. Terus dengarkan irama dalam diri, karena dari sanalah hidup bisa membawa kita ke tempat yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan," ujarnya.
 
Dalam proses kreatifnya, Marthin kembali bekerja sama dengan musisi Albert Fakdawer, rekan yang telah lama berkolaborasi dengannya sejak masih berkarya di Indonesia. Kehadiran Albert sekaligus menjadi cara Marthin menghadirkan talenta Indonesia dalam proyek yang kini ia kerjakan di Amerika.
 
"Apa pun yang saya kerjakan di Amerika, saya ingin tetap merepresentasikan Indonesia. Karena itu saya merasa penting untuk terus melibatkan musisi Indonesia dalam karya karya saya," kata Marthin.
 
Komitmen membangun koneksi lintas negara juga terlihat dari keterlibatan Matt Marin, mixing engineer asal Amerika Serikat yang pernah meraih Billboard No. 1 dan Stellar Award. Marthin mengaku sengaja menggandeng profesional Amerika sebagai bagian dari proses belajar sekaligus membangun relasi di industri musik setempat.
 
"Sejak pindah ke Amerika saya berkomitmen, setiap karya sebisa mungkin melibatkan satu atau dua talenta dari sini. Bukan hanya untuk hasil produksinya, tetapi juga supaya saya bisa belajar bagaimana mereka membangun sebuah karya," tuturnya.
 
Menurut Marthin, proses mixing menjadi tahapan penting karena merupakan sentuhan terakhir yang menentukan karakter sebuah lagu.
 
"Ketika karya saya diproses dengan workflow orang Amerika, saya mendapatkan pengalaman baru. Bukan hanya soal hasil akhirnya, tetapi juga memahami cara mereka bekerja, selera musikal mereka, dan bagaimana sebuah lagu bisa berkembang lebih jauh," jelasnya.
 
Rhythm Inside kini telah tersedia di berbagai platform layanan musik digital. Melalui lagu ini, Marthin berharap dapat terus mewujudkan mimpinya sebagai musisi Indonesia yang berkarya di panggung internasional, sekaligus menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki potensi yang layak untuk terus dikembangkan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA