Westlife tampil di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (6/8/2019). (ANTARA/Rivan Awal Lingga)
Westlife tampil di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (6/8/2019). (ANTARA/Rivan Awal Lingga)

Hal-hal yang Mengecewakan dalam Konser Westlife di Jakarta

Hiburan konser musik westlife agenda musik
Cecylia Rura • 09 Agustus 2019 10:15
Jakarta: Kedatangan boy band Westlife ke Indonesia cukup dinantikan para penggemarnya. Setelah hiatus panjang, empat personel Westlife kembali dengan tur konser The Twenty Tour jelang perilisan album terbaru, Spectrum akhir tahun nanti. Konsep ini sekaligus merayakan 20 tahun Westlife berkiprah di industri musik.
 
Meski dinanti, panggung pembuka yang diadakan di ICE BSD Tangerang pada 6-7 Agustus kemarin tak benar-benar mengobati kerinduan penggemar. Ada beberapa hal yang mengecewakan dari beberapa sisi. Berikut ulasan Medcom.id, pantauan dari bangku kelas Silver yang dibanderol seharga Rp990 ribu.
 
1. Antrean panjang tanpa rambu-rambu
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari pertama konser Westlife ricuh dengan antrean panjang yang meresahkan. Meski penonton sudah berbaris rapi, ada saja beberapa orang yang mengakali barisan tersebut hingga membuat penonton lain marah. Pihak keamanan hanya bisa mengatakan sabar ketika muncul amukan dari salah satu penonton yang berteriak.
 
"Saya sudah satu jam mengantre di sini, dia langsung nyerobot," teriak seorang penonton pria kepada keamanan yang nyaris makin membuat antrean ricuh.
 
2. Penempatan Area Penonton yang Tak Maksimal
 
Promotor Fullcolor Entertainment sejak jumpa pers sebelum konser dihelat menjelaskan setiap kelas tiket akan diberi undakan khusus agar tak saling menghalangi jarak pandang penonton. Kapasitas 10 ribu orang di ICE BSD terlampau besar, sedangkan panggung Westlife terlampau kecil untuk dapat dijangkau mata para penonton.
 
Sejak menit pertama, penonton di barisan belakang spontan naik ke atas kursi untuk dapat melihat Westlife. Selain terhalang ponsel penonton barisan depan, layar LCD sebelah kanan dan kiri terlalu kecil. Harga tiket kelas Silver tak sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.
 
Personel Project Pop, Udjo, bahkan mengeluhkan hal yang sama.
 
"Jujur aja kalau penonton yang di belakang dan enggak berdiri, itu enggak kelihatan penyanyinya. Mungkin kalau ada undakan gitu akan lebih baik," jelas Udjo.
 
3. Tak Terasa Intim
 
Panggung dibuka dengan Hello My Love, singel terbaru Westlife yang ditulis bersama Ed Sheeran. Terkesan kaku, Shane Filan baru menyapa penonton setelah membawakan tiga lagu. Terlalu lama untuk penonton yang tengah merindukan idola mereka untuk sekadar mengatakan, "Hi! Apa kabar, Jakarta?".
 
Lautan manusia di tengah ruangan yang sangat luas dan panggung yang kecil tanpa layar yang memadai membuat para penonton tidak merasakan keintiman dengan idola mereka. Jangankan untuk menikmati konser, untuk melihat wujud sang idola secara langsung pun harus bersusah-payah.
 
4. Kami Ingin Westlife, Bukan yang Lain
 
Untuk urusan ini, bukan salah promotor. Tetapi subyektif dari sudut pandang penggemar. Westlife membawakan beberapa lagu Queen dalam panggung Twenty Tour mereka di ICE BSD Tangerang. Kian Egan bahkan memegang kendali gitar elektrik untuk menghidupkan suasana band Queen versi Westlife. Selain memberi kesan rasa tak percaya diri terhadap karya mereka, aura band Queen dengan sosok Freddie Mercury terlalu dipaksakan. Penonton hanya ingin menyaksikan Westlife, bukan band Queen. Toh, euforia Freddie Mercury dari film biopik yang diperankan Rami Malek sudah kadaluarsa.
 
Klarifikasi Promotor
 
Pihak promotor sudah mengetahui keluhan para penonton yang membanjiri internet. Mereka berdalih bahwa apa yang disuguhkan sudah sesuai prosedur dan sesuai dengan standar teknis yang diberikan pihak manajemen Westlife.
 
"Catatan penting yang perlu kami ingat bahwa Westlife menginginkan semua penggemarnya di Indonesia dapat menonton konser mereka dengan harga yang terjangkau," kata David dari Fullcolor Entertainment, lewat keterangan pers.
 
David juga menegaskan pihaknya tak bersalah karena mereka hanya mengikuti standar teknis yang diajukan manajemen Westlife. Untuk urusan semua penonton duduk, kata David, itupun atas permintaan manajemen Westlife.
 
Dalam jumpa pers di hari kedua konser (konser Westlife di Jakarta digelar dua hari, 6 & 7 Agustus), David mengatakan bahwa pihaknya tentu tak bisa menyenangkan semua pihak.
 
"Kita mau bilang satu hal bahwa emang di dunia ini enggak ada yang sempurna, kami baru pertama kali bikin konser di ICE yang besar banget. Ini pengalaman juga buat kami karena sangat banyaknya orang, kami tidak bisa menyenangkan semua hati," kata David Ananda dalam jumpa pers di ICE BSD City, Tangerang.
 
Konser Westlife di ICE BSD Tangerang menjadi awal mula perjalanan mereka sebelum menggelar panggung di Semarang, Magelang (Borobudur), dan Palembang.
 


 

(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif