Jakarta: Lea Simanjuntak melengkapi perilisan lagu "Ruang Dihatimu" dengan video klip. Dalam karya visual tersebut, Lea menggandeng para pemain film Agak Laen, yakni Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Bene Dion.
Video klip "Ruang Dihatimu" hadir dengan konsep produksi hibrida yang menggabungkan rekaman langsung, teknologi kecerdasan buatan atau AI generatif, serta elemen 3D. Karya tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Lea Simanjuntak setelah lagunya dirilis di berbagai layanan musik digital pada 9 September 2026.
Konsep visual video klip membawa Lea dan para pemainnya ke sejumlah lanskap yang berbeda. Mulai dari padang bunga, gurun pasir hitam, pantai saat matahari terbenam, hingga hutan yang diselimuti kabut menjadi bagian dari perjalanan visual lagu tersebut.
Konsep tersebut juga mempertemukan Lea dengan empat pemain Agak Laen. Menurut Lea, pemilihan Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Bene Dion bukan hanya karena popularitas mereka, tetapi juga lantaran hubungan personal yang sudah terjalin cukup dekat.
"Kenapa Agak Laen? Menurut gue, mereka adalah kelompok yang 'agak laen'. Mau dibilang dapet seluruh lapisan masyarakat, dapet. Tapi lucu, nggak cringe, terus vibenya nyambung banget sama Lea," kata Lea Simanjuntak di Jakarta.
"Di luar itu, hubungan aku dan mereka semua juga sudah kenal dekat lah, kami sering ngopi bareng," sambungnya.
Lea juga mengungkapkan bahwa para personel Agak Laen kerap meminta dirinya mengenalkan dunia musik kepada mereka. Setelah keempatnya sukses melalui industri perfilman Indonesia, kesempatan tersebut akhirnya diwujudkan lewat keterlibatan mereka dalam video klip "Ruang Dihatimu".
Dalam video musik tersebut, para pemain Agak Laen tidak hanya tampil sebagai model. Mereka juga diminta memainkan sejumlah alat musik tiup sebagai bagian dari konsep visual yang telah disiapkan tim produksi.
Video klip Ruang Dihatimu disutradarai bersama oleh Alain Goenawan dan Calengklik atau Galih Pratama. Lea bertindak sebagai produser eksekutif, sedangkan Nur Satriatama atau Satria dipercaya sebagai produser.
Keterlibatan para pemain Agak Laen juga membuat suasana syuting menjadi lebih cair. Satrio Alexa menyebut proses produksi yang berlangsung dengan pendekatan hybrid tersebut dipenuhi candaan, termasuk ketika para pemain berhadapan dengan properti alat musik berukuran besar.
"Belum mulai syuting aja udah ketawa duluan. Pas kita bawa tuba, bawa alat-alat gitu, mereka nyeletuk, 'Alat apa nih, Bang? Lebih gede daripada bayi gue.' Pas belajar niup tuba, dibilang ini bisa buat main tong edan. Emang kocak banget," jelas Satrio sambil tertawa.
Meski menggunakan teknologi AI, penampilan Lea tetap berasal dari proses pengambilan gambar secara langsung. Teknologi tersebut digunakan untuk mengembangkan lingkungan visual, tekstur, dan latar yang kemudian dipadukan melalui proses komposit serta pengolahan 3D.
Bagi Lea, "Ruang Dihatimu" bercerita tentang seseorang yang berada dalam fase jenuh, terjebak, hingga hampir kehilangan harapan. Situasi tersebut kemudian berubah ketika hadir sebuah momen yang mampu mengembalikan semangat sekaligus membuat seseorang kembali merasakan cinta.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan keberanian untuk kembali membuka hati. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang dapat memberi ruang kepada orang lain tanpa harus kehilangan jati diri dalam sebuah hubungan.
Di balik konsep visual yang memadukan unsur komedi dan teknologi, "Ruang Dihatimu" tetap memiliki sisi emosional bagi Lea. Single ini menjadi penanda kembalinya dia ke industri musik setelah sekitar tujuh tahun tidak merilis karya baru.
"Aku merasa hiatus tujuh tahun tanpa karya, membuat aku sekarang sangat matang. Pas tahun ini aku berpikir sudah saatnya kembali, aku merasa sangat tepat momennya," terang Lea Simanjuntak.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan