Kemenangan Tame Impala di kategori Best Dance/Electronic Recording kali ini diraih berkat single teranyar mereka yang bertajuk "End of Summer".
Dalam wawancara eksklusif bersama Mac DeMarco untuk Magazine, Parker mengungkapkan alasan jujur di balik ketidakhadirannya.
“Dengar, aku akan jujur sepenuhnya. Aku bahkan lupa kalau Grammy sedang berlangsung,” kata Kevin Parker.
Sebagai informasi, Kevin Parker menetap di Perth, Australia. Kategori yang ia menangkan diumumkan dalam sesi Grammy Premiere Ceremony yang berlangsung pukul 12.30 siang waktu Los Angeles, yang berarti pukul 04.30 pagi waktu Perth. Alhasil, sang musisi masih terlelap saat dunia merayakan prestasinya.
Kisah ini semakin kocak saat Parker menceritakan reaksinya ketika terbangun dari tidur. Ia mendapati ponselnya dipenuhi puluhan notifikasi tanpa tahu apa penyebabnya.
"Aku lupa kalau aku juga dinominasikan. Kalian harus bayangkan kebingunganku karena di Australia, kami bangun tidur dan kemudian baru tahu tentang apa yang terjadi di Amerika tadi malam, jadi ponselku langsung dibanjiri pesan. Aku punya 30 pesan di ponselku, semuanya mengucapkan selamat. Tak satu pun dari mereka menyebutkan nominasi untuk apa. Dan aku berpikir, 'Untuk apa, brengsek?'" tuturnya sambil tertawa.
Kemenangan lewat "End of Summer" merupakan trofi Grammy kedua bagi Tame Impala di kategori yang sama. Sebelumnya, pada tahun 2025, ia juga menyabet penghargaan Best Dance/Electronic Recording lewat kolaborasinya bersama unit elektronik asal Prancis, Justice, dalam lagu "Neverender".
Meski kemenangan Grammy sering dianggap sebagai momen monumental yang sakral, sikap Kevin Parker justru memperlihatkan sisi santai dan nyaris absurd dari seorang musisi yang sedang berada di puncak popularitas global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News