Poster “Scream of the Sirens” (Foto: Lawless Jakarta)
Poster “Scream of the Sirens” (Foto: Lawless Jakarta)

Lawless Jakarta Gelar Kompetisi Artwork “Scream of the Sirens”, Total Hadiah Rp50 Juta

Agustinus Shindu Alpito • 13 Maret 2026 18:25
Ringkasnya gini..
  • Lawless Jakarta bekerja sama dengan Magnumotion menggelar kompetisi artwork bertajuk “Scream of the Sirens.”
  • Ajang ini berlangsung dari 25 Februari hingga 30 Mei 2026 dan terbuka bagi siapa pun, baik seniman pemula maupun profesional.
  • Penyelenggara menyiapkan total hadiah senilai Rp50 juta, termasuk iPad Pro, sertifikat, serta peluang magang di Lawless Jakarta bagi peserta terpilih.
Jakarta: Lawless Jakarta bekerja sama dengan Magnumotion menggelar kompetisi artwork bertajuk “Scream of the Sirens.” Ajang ini berlangsung dari 25 Februari hingga 30 Mei 2026 dan terbuka bagi siapa pun, baik seniman pemula maupun profesional. Penyelenggara menyiapkan total hadiah senilai Rp50 juta, termasuk iPad Pro, sertifikat, serta peluang magang di Lawless Jakarta bagi peserta terpilih.
 
Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan karya, tetapi juga menghadirkan rangkaian kegiatan pendukung berupa talkshow yang ditujukan untuk memberi inspirasi kepada para artworker. Sesi pertama akan berlangsung di Hallway Space pada 15 Maret 2026 dengan menghadirkan pembicara seperti Angga dari Doomsday Open Air, KenTerror dari Mayhem Studio, serta Arian13 dari Lawless Jakarta. Setelah Bandung, rangkaian talkshow juga akan digelar di Medan dan Jakarta.
 
Lawless Jakarta Gelar Kompetisi Artwork “Scream of the Sirens”, Total Hadiah Rp50 Juta

Tema “Scream of the Sirens” sendiri terinspirasi dari figur siren dalam legenda—makhluk yang dikenal memiliki suara memikat sekaligus membebaskan. Dalam konteks kompetisi ini, “teriakan” dimaknai sebagai simbol keberanian untuk bersuara: bukan sebagai ekspresi ketakutan atau keheningan, melainkan sebagai pernyataan sikap yang lantang dan bebas.
 
Lewat kompetisi ini, Lawless Jakarta dan Magnumotion ingin menegaskan semangat kreatif yang lahir dari kultur jalanan dan skena bawah tanah. Para peserta dipersilakan mengekspresikan gagasan mereka lewat berbagai medium, mulai dari lukisan, sketsa, kolase hingga karya digital. Alih-alih mengejar kesempurnaan teknis, kompetisi ini lebih menekankan pada keberanian berekspresi—sebuah “teriakan” artistik yang diharapkan mampu meninggalkan kesan kuat dan tak terlupakan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA