Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan karya, tetapi juga menghadirkan rangkaian kegiatan pendukung berupa talkshow yang ditujukan untuk memberi inspirasi kepada para artworker. Sesi pertama akan berlangsung di Hallway Space pada 15 Maret 2026 dengan menghadirkan pembicara seperti Angga dari Doomsday Open Air, KenTerror dari Mayhem Studio, serta Arian13 dari Lawless Jakarta. Setelah Bandung, rangkaian talkshow juga akan digelar di Medan dan Jakarta.

Tema “Scream of the Sirens” sendiri terinspirasi dari figur siren dalam legenda—makhluk yang dikenal memiliki suara memikat sekaligus membebaskan. Dalam konteks kompetisi ini, “teriakan” dimaknai sebagai simbol keberanian untuk bersuara: bukan sebagai ekspresi ketakutan atau keheningan, melainkan sebagai pernyataan sikap yang lantang dan bebas.
Lewat kompetisi ini, Lawless Jakarta dan Magnumotion ingin menegaskan semangat kreatif yang lahir dari kultur jalanan dan skena bawah tanah. Para peserta dipersilakan mengekspresikan gagasan mereka lewat berbagai medium, mulai dari lukisan, sketsa, kolase hingga karya digital. Alih-alih mengejar kesempurnaan teknis, kompetisi ini lebih menekankan pada keberanian berekspresi—sebuah “teriakan” artistik yang diharapkan mampu meninggalkan kesan kuat dan tak terlupakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News