Logo Harkitnas 2026 (Dok. Pedoman Peringatan ke-118  Harkitnas Tahun 2026)
Logo Harkitnas 2026 (Dok. Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026)

Penuh Semangat! Ini 7 Lagu Wajib Nasional Pemantik Nasionalisme di Momen Harkitnas 2026

Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Mei 2026 21:00
Ringkasnya gini..
  • Harkitnas diperingati untuk mengenang lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908.
  • Musik dan lagu nasional menjadi sarana efektif menginspirasi jiwa kebangsaan Gen Z.
  • Lagu seperti "Bangun Pemudi Pemuda" mengajak pemuda fokus kerja keras dan jujur.
Jakarta: Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan momentum krusial bagi bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, tanggal ini merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo (Budi Utomo) oleh para pelajar STOVIA pada tahun 1908, yang menjadi tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional dan persatuan pemuda.
 
Atas gagasan Bung Karno, hari lahir Budi Utomo ini kemudian ditetapkan secara resmi sebagai Harkitnas demi menjaga api semangat kebangsaan.
 
Bagi generasi muda saat ini, menghidupkan semangat nasionalisme bisa dilakukan dengan berbagai cara yang relevan, salah satunya melalui musik. Lagu-lagu wajib nasional gubahan para maestro legendaris Indonesia terbukti mampu menjadi sarana efektif untuk menginspirasi jiwa patriotisme.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah 7 lagu nasional bertemakan kebangkitan dan perjuangan yang sangat cocok didengarkan untuk membakar semangat nasionalisme di momen Harkitnas:

Bangun Pemudi Pemuda – C. Simanjuntak

Lagu ini merupakan "himne" wajib bagi pergerakan pemuda. Liriknya secara spesifik menuntut peran aktif, kerja keras, dan tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan nusa dan bangsa.
 
Bangun pemudi pemuda Indonesia 
Tangan bajumu singsingkan untuk negara 
Masa yang akan datang kewajibanmu lah 
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa 
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas 
Tak usah banyak bicara trus kerja keras 
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih 
Bertingkah laku halus hai putra negri

Bagimu Negeri – Kusbini

Ditulis dengan lirik yang sangat singkat namun magis, lagu ini mencerminkan puncak dari ikrar kesetiaan seorang warga negara. Isinya adalah janji murni untuk mengabdi dan menyerahkan seluruh jiwa raga demi tanah air.
 
Padamu negri kami berjanji 
Padamu negri kami berbakti 
Padamu negri kami mengabdi 
Bagimu negri jiwa raga kami

Maju Tak Gentar – C. Simanjuntak

Lagu dengan irama march yang menghentak ini ditulis untuk memompa keberanian. Di era modern, lagu ini mengajak pemuda untuk tidak gentar melawan berbagai rintangan demi membela kebenaran dan kemajuan bangsa.
 
Maju tak gentar membela yang benar 
Maju tak gentar tak kita diserang 
Maju serentak mengusir penyerang 
Maju serentak tentu kita menang 
Bergerak bergerak, serentak serentak 
Menyerang menerkam terjang 
Tak gentar tak gentar, menyerang menyerang, majulah majulah menang!

 

Berkibarlah Benderaku – Ibu Sud

Gubahan Ibu Sud ini menggambarkan kegagahan bendera Merah Putih sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga kecemerlangannya oleh seluruh rakyat Indonesia dalam keadaan apa pun.
 
Berkibarlah benderaku lambang suci gagah perwira 
Di seluruh pantai Indonesia kau tetap pujaan bangsa 
Siapa berani menurunkan engkau serentak rakyatmu membela 
Sang merah putih yang perwira berkibarlah slama-lamanya

Satu Nusa Satu Bangsa – Liberty Manik

Lagu ini mengingatkan kembali akar ikrar Sumpah Pemuda. Di tengah keberagaman suku dan budaya, lagu ini mengunci jati diri kita bahwa kita adalah satu kesatuan yang utuh: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
 
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita 
Tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya 
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta 
Nusa bangsa dan bahasa kita bela bersama

Indonesia Tetap Merdeka – C. Simanjuntak

Penuh kegembiraan dan sorak-sorai, lagu ini adalah perayaan atas kebebasan fisik dan kedaulatan penuh Republik Indonesia yang menjadi hak milik bangsa untuk selama-lamanya.
 
Sorak-sorak bergembira, bergembira semua 
Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka 
Indonesia merdeka, Republik Indonesia
Itulah hak milik kita untuk slama-lamanya

Syukur – H.S. Mutahar

Sebagai penutup, lagu ini membawa nuansa kontemplatif yang mendalam. Sebuah pengingat spiritual bagi generasi masa kini untuk selalu mensyukuri berkat kemerdekaan dan keindahan tanah air pusaka yang telah diperjuangkan para pahlawan.
 
Dari yakin ku teguh, hati ikhlas ku penuh 
Akan karuniamu, tanah air pusaka 
Indonesia merdeka, syukur aku sembahkan keharibaanmu Tuhan

 
Lagu-lagu wajib nasional di atas membuktikan bahwa musik bukan sekadar untaian nada, melainkan warisan sejarah yang menyimpan rekam jejak perjuangan bangsa. Di era modern ini, tantangan yang dihadapi generasi muda mungkin berbeda dengan generasi tahun 1908, namun esensi semangatnya tetaplah sama. 
 
Mari jadikan momentum Harkitnas ini untuk meresapi kembali setiap liriknya, menyingsingkan lengan baju, dan berkontribusi nyata demi kemajuan serta persatuan Indonesia. 
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA