Atas gagasan Bung Karno, hari lahir Budi Utomo ini kemudian ditetapkan secara resmi sebagai Harkitnas demi menjaga api semangat kebangsaan.
Bagi generasi muda saat ini, menghidupkan semangat nasionalisme bisa dilakukan dengan berbagai cara yang relevan, salah satunya melalui musik. Lagu-lagu wajib nasional gubahan para maestro legendaris Indonesia terbukti mampu menjadi sarana efektif untuk menginspirasi jiwa patriotisme.
Melansir berbagai sumber, berikut adalah 7 lagu nasional bertemakan kebangkitan dan perjuangan yang sangat cocok didengarkan untuk membakar semangat nasionalisme di momen Harkitnas:
Bangun Pemudi Pemuda – C. Simanjuntak
Lagu ini merupakan "himne" wajib bagi pergerakan pemuda. Liriknya secara spesifik menuntut peran aktif, kerja keras, dan tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan nusa dan bangsa.Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bagimu Negeri – Kusbini
Ditulis dengan lirik yang sangat singkat namun magis, lagu ini mencerminkan puncak dari ikrar kesetiaan seorang warga negara. Isinya adalah janji murni untuk mengabdi dan menyerahkan seluruh jiwa raga demi tanah air.Padamu negri kami berjanji
Padamu negri kami berbakti
Padamu negri kami mengabdi
Bagimu negri jiwa raga kami
Maju Tak Gentar – C. Simanjuntak
Lagu dengan irama march yang menghentak ini ditulis untuk memompa keberanian. Di era modern, lagu ini mengajak pemuda untuk tidak gentar melawan berbagai rintangan demi membela kebenaran dan kemajuan bangsa.Maju tak gentar membela yang benar
Maju tak gentar tak kita diserang
Maju serentak mengusir penyerang
Maju serentak tentu kita menang
Bergerak bergerak, serentak serentak
Menyerang menerkam terjang
Tak gentar tak gentar, menyerang menyerang, majulah majulah menang!
Berkibarlah Benderaku – Ibu Sud
Gubahan Ibu Sud ini menggambarkan kegagahan bendera Merah Putih sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga kecemerlangannya oleh seluruh rakyat Indonesia dalam keadaan apa pun.Berkibarlah benderaku lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira berkibarlah slama-lamanya
Satu Nusa Satu Bangsa – Liberty Manik
Lagu ini mengingatkan kembali akar ikrar Sumpah Pemuda. Di tengah keberagaman suku dan budaya, lagu ini mengunci jati diri kita bahwa kita adalah satu kesatuan yang utuh: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita
Tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya
Indonesia pusaka, Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa kita bela bersama
Indonesia Tetap Merdeka – C. Simanjuntak
Penuh kegembiraan dan sorak-sorai, lagu ini adalah perayaan atas kebebasan fisik dan kedaulatan penuh Republik Indonesia yang menjadi hak milik bangsa untuk selama-lamanya.Sorak-sorak bergembira, bergembira semua
Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka
Indonesia merdeka, Republik Indonesia
Itulah hak milik kita untuk slama-lamanya
Syukur – H.S. Mutahar
Sebagai penutup, lagu ini membawa nuansa kontemplatif yang mendalam. Sebuah pengingat spiritual bagi generasi masa kini untuk selalu mensyukuri berkat kemerdekaan dan keindahan tanah air pusaka yang telah diperjuangkan para pahlawan.Dari yakin ku teguh, hati ikhlas ku penuh
Akan karuniamu, tanah air pusaka
Indonesia merdeka, syukur aku sembahkan keharibaanmu Tuhan
Lagu-lagu wajib nasional di atas membuktikan bahwa musik bukan sekadar untaian nada, melainkan warisan sejarah yang menyimpan rekam jejak perjuangan bangsa. Di era modern ini, tantangan yang dihadapi generasi muda mungkin berbeda dengan generasi tahun 1908, namun esensi semangatnya tetaplah sama.
Mari jadikan momentum Harkitnas ini untuk meresapi kembali setiap liriknya, menyingsingkan lengan baju, dan berkontribusi nyata demi kemajuan serta persatuan Indonesia.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News