Era fussion-jazz tak lagi se-panas tahun 1980-an, namun masih relevan untuk selalu didengarkan. Terlebih, Krakatau bukan sekadar menyuguhkan musik progresif dengan pertunjukkan skill di atas rata-rata. Tetapi mereka menghadirkan energi hidup dalam tiap penampilan langsungnya.
Bertempat di Motion Blue Jakarta, sebuah restoran mewah di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, reuni Krakatau disaksikan sekitar seratus orang. Sangat intim. Penampilan Krakatau kali ini merupakan bagian dari seri acara Jazzphoria, sebuah acara yang digelar untuk kembali membangkitkan kejayaan jazz club.
Reuni Krakatau bermula di tahun 2013 saat para personel berkumpul bersama dalam acara-acara ringan pelepas rindu. Beda dari dua dekade silam, para personel Krakatau kali ini sudah memiliki bekal pengalaman dan karier yang tinggi. Meski demikian, nyatanya mereka takluk oleh kerinduan untuk kembali tampil bersama seperti sedia kala.
"Trie Utama itu teman kecil saya. Saya izin sama kakaknya, Purwacaraka, untuk ajak Ii (nama panggilan Trie) rekaman di Jakarta. Dia pada waktu itu masih kecil, masih umur 17 tahun. Dia datang ke Jakarta nyetir mobil sendiri sambil merokok. Lalu bertemu sama teman-teman dari record label Billboard, begitu dengar suara Ii, semua setuju. Semua kagum dengan power dan keunikan suara dia,” kenang Dwiki Dharmawan di atas panggung.
Mendengar sahabatnya bercerita, Ii hanya tertawa sambil menanggapi dengan canda, "Lo mah begitu orangnya, mentang-mentang enggak merokok jadi gue dibahas terus (soal rokok)."

Dwiki Dharmawan dan Donny Suhendra (Foto: Metrotvnews/Shindu)
Menyaksikan reuni Krakatau adalah pengalaman yang menyenangkan. Mereka terlihat cair dan santai ketika di atas pentas. Lebih-lebih, suasana kekeluargaan sangat terasa. Mungkin, ini yang disebut chemistry dalam bermusik.
Soal aksi panggung, rasanya tidak perlu diragukan lagi. Trie Utami, sang Miss Pitch Control, sudah terbukti dari masa ke masa mampu membawakan lagu-lagu bernada tinggi dengan tempo cepat tetap terjaga vokalnya. Begitu juga dengan para pemain instrumen yang masing-masing sudah dikenal kepiawaiannya.
Krakatau membawakan 18 lagu, termasuk tiga lagu baru. Seluruh hit mereka bawakan malam itu. Termasuk Kau Datang (album Kembali Satu, 1989), La Samba Primadona (Second Album, 1988), Sekitar Kita (Let There Be Life, 1992), dan Gemilang (First Album, 1987) yang dijadikan lagu penutup.
Soal lagu baru, Trie Utami sempat memberikan sepenggal introduksi. “Sebuah peristiwa apapun, di dalam komunitas dibangun oleh Aku, Kamu, Kita,” kata Trie sebelum memulai lagu bertajuk Aku Kamu Kita.

Trie Utami dan Donny Suhendra (Foto: Metrotvnews/Shindu)
Lalu Krakatau melanjutkan repertoar anyar mereka dengan membawakan lagu Cermin Hati. Lagi-lagi Trie membeberkan sedikit makna lagu itu, “Melodi lagu ini ditulis oleh Indra Lesmana, bercerita tentang orang yang bohong pada dirinya sendiri, sampai-sampai ketika dia berkaca, kaca pun tidak mengenalnya."
Lagu baru ketiga yang dibawakan Krakatau dalam penampilannya itu adalah Dari Mata Ke Mata, Trie mengungkapkan bahwa lagu itu terinspirasi dari mata yang selalu menjadi jendela hati. “Kita bisa bohong sama orang lain, tetapi mata kita enggak bisa bohong,” kata sang vokalis.
Tampil sekitar 1,5 jam, Krakatau menandai bahwa mereka tak sekadar reuni, tapi aktif berkarya lagi. Album baru mereka segera dirilis pada tahun ini. Trie mengungkapkan bahwa materi-materi album baru sudah selesai direkam dan memasuki proses mixing. Kebangkitan Krakatau patut diantisipasi, menunggu apakah mereka sekadar mengobati kerinduan diri atau benar-benar akan meledak lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News