Acara Breakfast With Resso edisi kedua. (Foto: dok. Resso Indonesia)
Acara Breakfast With Resso edisi kedua. (Foto: dok. Resso Indonesia)

Mencari Solusi untuk Mempercepat Pulihnya Industri Musik Indonesia

Hiburan musik indonesia industri musik
Elang Riki Yanuar • 19 Juni 2021 09:00
Jakarta: Satu tahun lebih pandemi korona masih melanda Indonesia. Industri musik menjadi salah satu sektor terkena dampaknya.
 
Tak mau terus-terusan terpuruk, para pemangku kepentingan industri musik Indonesia tak henti-hentinya mencari cara agar bisa bangkit. Seperti yang dilakukan dalam acara Breakfast With Resso edisi kedua.
 
Dalam diskusi ini para pelaku industri musik membahas topik seputar tantangan dan solusi terbaik agar event-event musik dapat segera diselenggarakan guna mempercepat pulihnya industri musik Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menghadirkan pembicara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili Dessy Ruhati selaku Direktur Event Nasional dan Internasional, dan tokoh-tokoh kunci dari berbagai bidang musik seperti Gya Anandini Hardono dari DSS Sound dan Konser Musik 7 Ruang dan Ganjar Santosa dari Massive Music Entertainment.
 
Dalam acara yang dipandu Adib Hidayat, Piyu Padi berbicara mewakili seniman musik, dan Febrian Nindyo Purbowiseso hadir mewakili Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI).
 
"Kita semua sepakat bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk secara cepat melakukan perubahan dan beradaptasi dengan normal baru. Disrupsi yang disebabkan oleh pandemi mengharuskan semua insan di dalam ekosistem musik untuk bekerja sama dalam mentransformasi lanskap musik di negeri ini," kata Tricia Dizon, Country Manager Resso Indonesia dalam keterangan tertulisnya.
 
Pemerintah sebelumnya sudah melakukan sejumlah cara untuk membangkitkan kembali industri musik. Salah satunya mengeluarkan pedoman penyelenggaraan acara publik sesuai dengan protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. Pedoman ini disambut baik oleh para pelaku industri musik dan masyarakat.
 
Sudah ada beberapa wacana dan gagasan untuk melakukan pertunjukan musik secara luring yang dikombinasikan dengan amplifikasi daring dalam format hibrida yang memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Sekarang tantangannya terletak pada bagaimana mewujudkan gagasan ini agar secara kreatif menarik dan secara komersial menguntungkan.
 
"Sejak Ramadan kami telah membentuk tim kecil yang berusaha menyusun proposal masukan terkait upaya dan mekanisme alternatif dalam pemberian stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional di sektor industri event, konser, dan festival musik. Tujuan utamanya untuk memicu hadirnya konser-konser musik yang aman, nyaman, dan menguntungkan, sehingga bisa bertahan dan berulang di kemudian hari," kata Febrian Nindyo Purbowiseso mewakili Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI).
 
Di sisi lain pandemi juga mempercepat transisi dan kebiasaan mendengarkan musik. Hal ini menjadi peluang baru bagi musisi untuk terus memperlebar cakupan karya mereka.
 
"Kami percaya, terlepas dari tantangan dan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi, industri musik Indonesia mempunyai potensi dan talenta yang sangat besar untuk terus menciptakan dan menghasilkan karya musik yang hebat untuk para penggemar. Kami berharap Resso dapat bekerja sama lebih dekat dan memainkan peran lebih besar lagi dalam mendukung dan berkontribusi pada kemajuan dan pertumbuhan industri musik tanah air," tutup Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif