Dalam wawancara dengan Medcom.id beberapa waktu lalu, Djaduk sempat mengutarakan keinginannya untuk dapat berkolaborasi dengan Raja Dangdut Rhoma Irama.
"Saya punya mimpi bekerjasama dengan Rhoma Irama. Beliau punya energi 'Inilah Indonesia.' Kalau kita baca dari aspek historisnya, kita kord nya minor. Melankoli. Ketika orang jazz malu dengan dangdut, dia menipu dirinya. Karena di dalam darah orang Indonesia, ada rhytm dangdut pasti ingin bergoyang. Tapi kadang malu," kata Djaduk.
Sayangnya, kolaborasi itu belum sempat terwujud. Djaduk sempat membayangkan, jika kolaborasi itu terjadi, akan melahirkan karya yang menarik.
"Saya pengin, kolaborasi. Saya rasa akan menemukan sesuatu yang warnanya baru. Saya lihat 'kenakalan' Rhoma di awal, sepertinya sama dengan saya. Deep Purple dia dulu kuat. Di dalam dangdut ada ruang-ruang sosial yang macam-macam. Di situlah tempat kita belajar bersama."
Sepanjang kariernya sebagai musisi, Djaduk dikenal sebagai sosok yang luwes dalam berkolaborasi. Dia kerap melakukan eksperimen kolaborasi dengan beragam genre dan instrumen musik. Membuat musik tradisi dan juga musik jazz terdengar lebih akrab dan inklusif.
Wawancara eksklusif Djaduk Ferianto dapat dibaca di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News