Dikenal sebagai sosok penyanyi yang selalu sukses membawakan tembang-tembang bertema patah hati dan penderitaan cinta, Meggi Z berhasil menjadikan lagu ini sebagai musikalitas klasik yang tak lekang oleh waktu dan sering kali dinyanyikan ulang oleh berbagai penyanyi dangdut lintas generasi.
Daya tarik utama dari lagu ini terletak pada perpaduan aransemen musik dangdut mendayu khas era 90-an dengan vokal emosional sang penyanyi yang mampu menyampaikan rasa sakit secara begitu nyata kepada para pendengarnya.
Makna Lagu “Mahal” Meggi Z
Lagu “Mahal” ciptaan dan garapan musisi Meggi Z merupakan karya dangdut fenomenal yang menceritakan penderitaan seorang kekasih ketika menyadari bahwa ketulusan hatinya telah dikhianati oleh kebohongan pasangan yang sangat dicintainya.Kisah emosional ini disampaikan melalui lirik puitis sarat metafora, seperti kiasan tebu berbuah duri, yang menjelaskan mengapa pengorbanan rasa cinta tersebut terasa sangat mahal karena harus dibayar dengan tumpahan air mata serta luka batin yang membekas.
Karya ini dihadirkan untuk memberikan cerminan realistis bagi para pecinta musik Indonesia tentang betapa berharganya sebuah kejujuran dalam menjalin hubungan asmara, sekaligus menegaskan bahwa pengkhianatan senantiasa membawa dampak kepedihan yang tak ternilai harganya.
Lirik Lagu “Mahal” Meggi Z
Terlalu mahal harus kubayarKecuranganmu dengan, dengan air mata
Ha-ha, dengan air mata
(Mata, mata, mata, mata, mata, mata, mata)
(Mata, mata, mata, mata, mata, mata, mata)
(Katanya, katanya)
Katanya tebu manis airnya
Kucoba tanam di pinggir hati
Tumbuh memang tumbuh
Sayang, sayang, sayang
Tebu berduri menusuk hati, ho-ho-ho
Layar berlayar perahu kayu
Biarlah, biar kini tanpa dirimu
Katanya tebu manis airnya
Kucoba tanam di pinggir hati
Tumbuh memang tumbuh
Sayang, sayang, sayang
Tebu berduri menusuk hati
(La, la, ha)
(La, la, ha)
(La, la, ha)
(La, la, ha)
Lama kutunggu (lama kutunggu) kejujuranmu
Terkadang harus menanggung kekecewaan
Terlalu mahal (terlalu mahal) harus kubayar
Kecuranganmu dengan, dengan air mata
Dengan air mata
Dengan air mata
(Air mata, air mata)
Katanya tebu manis airnya
Kucoba tanam di pinggir hati
Tumbuh memang tumbuh
Sayang, sayang, sayang
Tebu berduri menusuk hati, ho-ho-ho
Layar berlayar perahu kayu
Biarlah, biar kini tanpa dirimu
Katanya tebu manis airnya
Kucoba tanam di pinggir hati
Tumbuh memang tumbuh
Sayang, sayang, sayang
Tebu berduri menusuk hati
(La, la, ha)
(La, la, ha)
(La, la, ha)
(La, la, ha)
Lama kutunggu (lama kutunggu) kejujuranmu
Terkadang harus menanggung kekecewaan
Terlalu mahal (terlalu mahal) harus kubayar
Kecuranganmu dengan, dengan air mata
Dengan air mata
Dengan air mata
(Air mata, air mata)
Katanya tebu manis airnya
Kucoba tanam di pinggir hati
Tumbuh memang tumbuh
Sayang, sayang, sayang
Tebu berduri menusuk hati
(Masih kutunggu)
Kutunggu kejujuranmu
(Masih kutunggu)
Kutunggu kejujuranmu
(Masih kutunggu)
Kutunggu, kutunggu kejujuranmu
(Masih kutunggu)
Kutunggu kejujuranmu
(Sumber: YouTube @InsictechMusicland)
(Dinda Intan Ramadhani)