"Asam lambung akut sakitnya. Karena beliau sering mengeluh ada masalah dengan maag-nya," kata Chiko Silitonga dihubungi Medcom.id melalui pesan elektronik, Rabu, 11 Maret 2020.
Sebelumnya, Chiko Silitonga yang juga berprofesi sebagai musisi sempat diminta untuk membawakan lagu Rama Aiphama. Namun, niatan itu belum terlaksana.
"Sempat diminta membawakan lagu beliau tapi karena sakit jadi tertunda," katanya.
"Sakitnya sudah lama tapi tidak beliau rasakan karena jadwal kerja yang padat," imbuhnya.
Chiko Silitonga saat ini dikenal sebagai vokalis Bellagio Band yang digawangi bersama Ariel Silitonga, Nathan Gerald, Richard, dan Rodo Yafo Kristian.
Chiko Silitonga sempat mengabadikan potret bersama Rama Aiphama pada 18 Mei 2019. "Nice to know you sir, Mr. Rama Aiphama - Musisi tahun 90'an yang keren (legend musician). Hope we can collab brother. (doi enggak main IG jadi enggak gua tag ya:))," tulis Chiko Silitonga dalam keterangannya.
Keterangan Keluarga
Terkait sakit yang diderita Rama, pihak keluarga yang bernama Ibrahim bin Syagav Al-Idrus membenarkan bahwa Rama sempat menderita sakit lambung.
"Enggak ada sakit, ya. Kemarin juga masih bercanda sama saya dengan anak-anak saya. Enggak perlihatkan dia sakit," kata Ibrahim ketika ditemui di rumah duka, kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu 11 Maret 2020.
Hanya saja, kata Ibrahim, belakangan abangnya itu mengeluhkan sakit di lambung. Penyakitnya pun sempat kumat tadi malam sebelum dia tidur.
"Semalam, dia bilang sama anaknya katanya sakit lambung," ucapnya.
Ibrahim mengatakan, kakaknya itu sempat diberikan obat penyakit lambung. Usai itu, dia beristirahat dan bangun pagi hari untuk menjalankan solat Subuh. Namun kondisi Rama mendadak lemas.
"Saat Subuh beliau bangun, mau salat. Saat ke kamar mandi, saat keluar, beliau katanya lemas. Ponakan beliau sempat membaringkan dia di kursi. Setelah itu habis (meninggal)," terang Ibrahim.
Rama meninggal sekitar pukul 04.30 WIB. Lebih lanjut Ibrahim meminta doa agar kakaknya itu diterima di sisi tuhan.
"Saya minta maaf kalau ada sangkut paut atau salah, saya mohon maaf lahir batin dari keluarga besar. Sebagai adik, mungkin dari khalayak ada salah, mohon dimaafkan," tandas dia.
Rama Aiphama turut meramaikan musik di era 80-an jelang awal 2000-an. Musisi berdarah Gorontalo-Arab itu dikenal tak hanya ikonik dalam bermusik tapi juga berbusana gamis dengan warna mentereng dan topi khas.
Rama Aiphama tengah disemayamkan di rumah duka di Jalan SDI Batu Ampar Condet, Jakarta Timur. Rencananya jenazah akan dimakamkan selepas ba;da ashar sore nanti di TPI Al Muchdar Cimanggis, Jakarta.
Rama Aiphama meninggal dalam usia 63 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News