Grup musik Exists dalam musik video lagu
Grup musik Exists dalam musik video lagu "Dirantai Digelangi Rindu". (Foto: youtube/ExistsVEVO)

Lirik Lagu "Dirantai Digelang Rindu" - Exists

Agustinus Shindu Alpito • 31 Agustus 2026 14:10
Ringkasnya gini..
  • "Dirantai Digelangi Rindu" adalah lagu pop Melayu legendaris karya grup musik asal Malaysia, Exists, yang populer sejak debut 1991.
  • Exists merilis berbagai album hit seperti Exist (1991), Diammu Gunung Berapi (1995), hingga kompilasi Hit Rakaman Semasa (2007).
  • Lagu ini berkisah tentang dalamnya rasa rindu, ujian kesetiaan, dan pengorbanan emosional dalam mempertahankan hubungan cinta.
Jakarta: "Dirantai Digelangi Rindu" merupakan salah satu tembang pop Melayu dan slow rock legendaris dari grup musik asal Malaysia, Exist (kini Exists). Saat membawakan lagu ini, grup tersebut beranggotakan enam remaja: Mamat (vokal), Musa (bas), Along (gitar), Shah (gitar), Ujang (drum), dan Ajai (kibor).
 

Memulai karier sejak 1991 di bawah naungan JOJO’s Production, Exist langsung mencuri perhatian penikmat musik lewat debut tunggalnya yang berjudul “Untukmu Ibu”. Sepanjang perjalanannya, grup ini telah melahirkan sederet album studio, antara lain Exist (1991), Anugerah (1993), Diammu Gunung Berapi (1995), Jangan Gentar (1997), Mutan (1998), Ada (2001), Seperti Dulu (2003), Paragon (2004), hingga album kompilasi Hit Rakaman Semasa (2007).

Secara tematis, "Dirantai Digelangi Rindu" mengusung narasi cinta, kesetiaan, dan pengorbanan emosional yang mendalam. Metafora judulnya menggambarkan kondisi seseorang yang terbelenggu oleh kerinduan hebat terhadap sang kekasih.

Lirik lagu ini juga menyuarakan keresahan atas keraguan dan ujian kesetiaan—ketika ketulusan sang narator justru dipertanyakan oleh pasangannya. Tembang ini menegaskan pesan utama tentang pengorbanan dan keteguhan seseorang dalam menanggung kepedihan demi mempertahankan ikatan cinta.

Lirik lagu “Dirantai Digelangi Rindu” - Exist


Syahdu malam berlagu sepi
Mengiring rawan dalam taman hati
Gelisah menanti kau kembali
Manja menagih bujukan di sisi

Kerna desakan cintaku
Dirantai, digelangi rindu
Sehingga kan diri sanggup mengalah
Kepadamu

Dosamu ku anggapkan debu
Bisa diterbang angin yang lalu
Ku sedia memaafkanmu
Biar aku berparut seribu
Asal sembuh lukamu, pahitku
Rasa madu

Pulanglah, oh, kasihku
Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan
Mainan perasaanmu

Serikanlah duniaku
Yang semakin tandus dan gersang
Dengan helaian senda gurauanmu
Duhai sayang

Dosamu ku anggapkan debu
Bisa diterbang angin yang lalu
Ku sedia memaafkanmu
Biar aku berparut seribu
Asal sembuh lukamu, pahitku
Rasa madu

Pulanglah, oh, kasihku
Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan
Mainan perasaanmu

Serikanlah duniaku
Yang semakin tandus dan gersang
Dengan helaian senda gurauanmu
Duhai sayang, oh, pulanglah


 
(Nur Aldiasnyah Amirulloh)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA