Memulai karier sejak 1991 di bawah naungan JOJO’s Production, Exist langsung mencuri perhatian penikmat musik lewat debut tunggalnya yang berjudul “Untukmu Ibu”. Sepanjang perjalanannya, grup ini telah melahirkan sederet album studio, antara lain Exist (1991), Anugerah (1993), Diammu Gunung Berapi (1995), Jangan Gentar (1997), Mutan (1998), Ada (2001), Seperti Dulu (2003), Paragon (2004), hingga album kompilasi Hit Rakaman Semasa (2007).
Secara tematis, "Dirantai Digelangi Rindu" mengusung narasi cinta, kesetiaan, dan pengorbanan emosional yang mendalam. Metafora judulnya menggambarkan kondisi seseorang yang terbelenggu oleh kerinduan hebat terhadap sang kekasih.
Lirik lagu ini juga menyuarakan keresahan atas keraguan dan ujian kesetiaan—ketika ketulusan sang narator justru dipertanyakan oleh pasangannya. Tembang ini menegaskan pesan utama tentang pengorbanan dan keteguhan seseorang dalam menanggung kepedihan demi mempertahankan ikatan cinta.
Lirik lagu “Dirantai Digelangi Rindu” - Exist
Syahdu malam berlagu sepi
Mengiring rawan dalam taman hati
Gelisah menanti kau kembali
Manja menagih bujukan di sisi
Kerna desakan cintaku
Dirantai, digelangi rindu
Sehingga kan diri sanggup mengalah
Kepadamu
Dosamu ku anggapkan debu
Bisa diterbang angin yang lalu
Ku sedia memaafkanmu
Biar aku berparut seribu
Asal sembuh lukamu, pahitku
Rasa madu
Pulanglah, oh, kasihku
Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan
Mainan perasaanmu
Serikanlah duniaku
Yang semakin tandus dan gersang
Dengan helaian senda gurauanmu
Duhai sayang
Dosamu ku anggapkan debu
Bisa diterbang angin yang lalu
Ku sedia memaafkanmu
Biar aku berparut seribu
Asal sembuh lukamu, pahitku
Rasa madu
Pulanglah, oh, kasihku
Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan
Mainan perasaanmu
Serikanlah duniaku
Yang semakin tandus dan gersang
Dengan helaian senda gurauanmu
Duhai sayang, oh, pulanglah
(Nur Aldiasnyah Amirulloh)