Dalam Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026, Giring menceritakan bahwa impiannya menjadi bintang rok terinspirasi dari Padi.
"Karena saya jujur waktu itu ngeband, pengin jadi rockstar itu karena saya ngefans sekali sama Padi," kata Giring Ganesha di kawasan Gelora, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia mengaku sebagai penggemar berat Padi. Pengaruh tersebut bahkan sempat berdampak pada proses produksi karya-karya awal Nidji.
Baca Juga :
Momen Langka, Nidji Foto Bareng Sama Giring
Penolakan Demo Lagu Nidji
Giring menyebutkan bahwa demo lagu Nidji beberapa kali ditolak karena gaya bernyanyinya dianggap meniru vokalis Padi, Fadly.
"Bahkan pernah beberapa kali demo Nidji itu ditolak. Karena vokalisnya terlalu mirip sama Fadly Padi," ungkap Giring.
Namun seiring berjalannya waktu, Nidji berhasil menemukan warna musik dan karakter mereka sendiri.
Perjalanan Sukses Nidji
Nidji merupakan band yang dibentuk oleh Giring Ganesha bersama empat rekannya, yaitu Rama, Ariel, Andro, dan Adri pada 2002. Band ini merilis album perdana bertajuk Breakthru' pada 2006.
Sepanjang kiprahnya di industri musik, Nidji telah melahirkan sejumlah lagu populer yang bertahan hingga kini, seperti "Rahasia Hati," "Hapus Aku," "Sumpah dan Cinta Matiku," "Laskar Pelangi," hingga "Biarlah."
Karier Politik Giring Ganesha
Di tengah puncak popularitas Nidji, Giring memilih mengundurkan diri sebagai vokalis pada Desember 2017. Posisinya kemudian digantikan oleh Muhammad Yusuf Nur Ubay.
Keputusan tersebut diambil karena Giring ingin fokus sepenuhnya pada karier politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Giring sempat maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I. Namun, ia gagal melenggang ke Senayan lantaran PSI tidak memenuhi ambang batas parlemen.
Pada November 2021, Giring diangkat menjadi Ketua Umum PSI berdasarkan Surat Keputusan Kemenkumham, sebelum akhirnya posisi tersebut digantikan oleh Kaesang Pangarep.