Temu Wicara Hari Musik Nasional di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Maret 2019 (Foto: Medcom/Mardinal Afif)
Temu Wicara Hari Musik Nasional di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Maret 2019 (Foto: Medcom/Mardinal Afif)

KNTL RUUP akan Kawal RUU Permusikan sampai Resmi Dibatalkan

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
10 Maret 2019 07:00
Jakarta: Dalam rangka hari musik nasional pada 9 Maret, sejumlah musisi, Koalisi Seni Indonesia hingga Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP) menggelar bincang-bincang membahas RUU Permusikan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat. Hadir sebagai pembicara yaitu, Kartika Jahja, Bivitri Susanti, Wendi Putranto, Viky Sianipar, Hafez Gumay.
 
Pada Kamis lalu, 7 Maret, Anang Hermansyah yang duduk di DPR sudah mencabut usulan RUU Permusikan. Keputusan akhir tinggal menunggu DPR. Meski begitu, Wendi Putranto dari (KNTL RUUP) menegaskan akan tetap mengawal proses RUU Permusikan sampai benar-benar dibatalkan.
 
"Dicabut atau yang ditarik itu kan inisiasi Anang ya sebagai pencetus sebagai anggota DPR. Tapi prosesnya harus melalui sidang-sidang lagi, sidang paripurna, sidang rapat kerja antara baleg dengan pemerintah, nanti itu yang belum terjadi. Jadi ya kita akan terus mengawal, kita akan terus apa ya fokus sampai RUU Permusikan ini benar-benar secara resmi dibatalkan," kata Wendi di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau itu belum terwujud ya kita akan terus ada untuk melakukan pressure terhadap penarikan tersebut. Jadi setelah itu dibatalkan barulah kita bikin musyawarah musik nasional," lanjut Wendi.
 
Sementara, Bivitri Susanti selaku pengamat hukum menegaskan untuk tetap pihak yang menolak RUU Permusikan harus bersikap konsisten. Vitri melihat dua potensi yang tidak relevan secara isi dalam pembuat RUU tersebut. Pertama, RUU tersebut terbilang sangat tertutup karena hanya dikerjakan oleh staf ahli yang dikerjakan oleh segelintir kecil kepentingan musik. Kedua, aturan yang diterapkan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh musisi. (Mardinal Afif)

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif