Lirik lagu “Sesi Potret” (dok. YouTube Aku Enau)
Lirik lagu “Sesi Potret” (dok. YouTube Aku Enau)

Lirik Lagu "Sesi Potret" Enau feat Ari Lesmana, Cerita Penyesalan yang Datang Terlambat

Elang Riki Yanuar • 07 Februari 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Enau gandeng Ari Lesmana di lagu “Sesi Potret”, kisah duka dan penyesalan soal keluarga yang dirilis 30 Januari 2026.
  • “Sesi Potret” bercerita tentang kehilangan orang tercinta, simbol kenangan terakhir lewat foto dan waktu yang tak terulang.
  • Lagu emosional Enau ft. Ari Lesmana ini hadir lengkap dengan video musik di YouTube Aku Enau, FireFly, dan Musica.
Jakarta: Musisi Enau kembali menghadirkan karya personal lewat kolaborasinya bersama Ari Lesmana dalam lagu berjudul “Sesi Potret”. Dirilis pada 30 Januari 2026, lagu ciptaan Putra Permana dan Ari Lesmana ini mengangkat cerita emosional tentang kehilangan, penyesalan, serta hubungan keluarga yang kerap terabaikan oleh waktu. 
 
“Sesi Potret” turut dilengkapi video musik yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Aku Enau, FireFly, dan Musica Studios.

Makna Lagu Sesi Potret

Lagu "Sesi Potret" merefleksikan perasaan duka seseorang yang terlambat menyadari arti kehadiran orang tercinta setelah kepergian mereka. Melalui lirik-lirik sederhana namun menusuk, lagu ini menggambarkan penyesalan karena terlalu sibuk mengejar mimpi hingga lupa pulang, lupa memberi perhatian, dan menunda kebersamaan. 
“Sesi potret” menjadi simbol kenangan terakhir yang kini hanya bisa dikenang lewat foto, sekaligus pengingat bahwa waktu bersama keluarga adalah hal yang tak bisa diulang ketika kehilangan telah terjadi.

Lirik Lagu Sesi Potret - Enau ft. Ari Lesmana

Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya
 
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah di tangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang…

Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
 
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
 
Sesi potret yang selalu kubenci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh... Satu... dua... tiga...
Ini nyata, kau telah pergi...
 
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
 
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikkan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu...
 

 
(Maulia Chasanah)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA