Jordan Susanto (Foto: dok. Jordan Susanto)
Jordan Susanto (Foto: dok. Jordan Susanto)

Jordan Susanto Nyaris Simpan Album Kedua untuk Diri Sendiri, Ini Alasannya

Anggi Hasibuan • 17 Juli 2026 10:28
Ringkasnya gini..
  • Jordan Susanto mengaku sempat ingin menyimpan album Million Different Reasons karena merasa karya tersebut terlalu personal untuk dibagikan kepada publik.
  • Album Million Different Reasons menjadi karya paling jujur Jordan Susanto, yang mengeksplorasi cinta, penerimaan diri, kecemasan, dan pengalaman menjadi manusia.
  • Meski sempat ragu merilis albumnya, Jordan Susanto akhirnya memilih membagikan karya tersebut sebagai bentuk penghargaan atas perjalanan kreatif bersama seluruh kolaborator.
Jakarta: Bagi banyak musisi merilis album merupakan momen yang ditunggu-tunggu setelah melalui proses kreatif yang panjang. Namun, bagi penyanyi dan penulis lagu Jordan Susanto, melepas album keduanya justru menjadi keputusan yang paling emosional.
 
Di balik perilisan Million Different Reasons, Jordan mengaku sempat terpikir untuk tidak merilis album tersebut sama sekali. Alasannya sederhana sekaligus mendalam: karya itu terasa terlalu personal.
 
"Sebenarnya ada sedikit keinginan, nggak usah dirilis deh. Buat gue aja deh, buat gue simpan," ujar Jordan saat ditemui usai sesi album listening bersama media.
 
Selama kurang lebih satu tahun, Jordan bersama tim menggodok album ini sebagai ruang untuk mengekspresikan dirinya tanpa kompromi. Baginya, Million Different Reasons lahir bukan untuk mengikuti tren atau tuntutan pasar, melainkan menjadi wadah untuk menuangkan seluruh perasaan yang selama ini ia pendam.

"Album ini jadi ruang untuk aku bisa mengekspresikan diri sejujur-jujurnya dan jadi diri sendiri aja. Keluarnya ya apa adanya, tanpa ada kompromi demi pemasaran atau gimana. Di titik itu aku memang udah nggak mampu kompromi. Hatiku udah saking penuhnya pengen keluarin dan nuangin semuanya," tuturnya.
 
Perasaan itu pula yang membuat Jordan begitu berat saat akhirnya harus melepas album tersebut ke publik. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti melepas anak yang sudah dibesarkan dengan penuh kasih.
 
"It's like sending your kids to college," katanya sambil tersenyum. "Karena sangat personal, ini bukan milik aku lagi. Sekarang waktunya buat lanjut menjalani hidup, mendapat pengalaman baru, lalu menulis lagu-lagu berikutnya."
 
Meski sempat ragu, Jordan akhirnya memutuskan untuk tetap merilis Million Different Reasons. Menurutnya, perjuangan panjang yang telah dilalui bersama The Soul & Rollers, para musisi, produser, engineer, hingga seluruh kolaborator akan terasa sia-sia jika karya tersebut hanya disimpan untuk dirinya sendiri.
 
Keseriusan Jordan dalam menyampaikan cerita di album ini juga terlihat saat sesi album listening bersama media. Alih-alih hanya memperdengarkan sebelas lagu yang ada di album, Jordan dan tim menyiapkan visual untuk setiap lagu. Dengan begitu, para pendengar diajak menikmati Million Different Reasons sebagai satu kesatuan cerita, sehingga emosi yang ia tuliskan dalam setiap lirik dapat tersampaikan secara utuh sejak lagu pertama hingga terakhir.
 
Pilihan tersebut sejalan dengan konsep album yang memang dirancang sebagai karya paling personal sepanjang karier Jordan. Melalui sebelas lagu di dalamnya, ia mengeksplorasi berbagai bentuk cinta yang tak terbatas pada hubungan romantis, tetapi juga persahabatan, penerimaan diri, kerinduan, kecemasan, hingga hubungan antarmanusia yang membentuk perjalanan hidup.
 
Berpusat pada lagu utama berjudul Million Different Reasons, Jordan mengajak pendengar mempertanyakan mengapa kata "cinta" sering kali terasa terlalu sempit untuk menggambarkan begitu banyak emosi yang hadir dalam kehidupan.
 
"Sampai sekarang aku masih terus mencoba memahami luasnya pengalaman menjadi manusia, dan bagaimana cinta sebenarnya jauh lebih kompleks daripada gambaran romantis yang selama ini sering kita lihat di budaya pop," ungkapnya.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA