The SIGIT (Foto: dok. The SIGIT)
The SIGIT (Foto: dok. The SIGIT)

6 Tahun Tak Rilis Lagu, The SIGIT Comeback dengan Single Baru “Bread & Circus”

Basuki Rachmat • 04 April 2026 06:55
Ringkasnya gini..
  • The SIGIT comeback setelah 6 tahun lewat single “Bread & Circus”.
  • Formasi baru hadir, bawa dinamika segar dan eksplorasi musik lebih luas.
  • Lagu angkat isu kekuasaan & lingkungan, dengan warna psychedelic rock + sentuhan elektronik.
Jakarta: Enam tahun absen merilis karya musik, unit rock asal Bandung, The SIGIT akhirnya kembali menyapa industri musik lewat single dan video musik terbaru bertajuk "Bread & Circus" yang resmi mengudara di berbagai platform digital pada 3 April 2026.
 
Comeback kali ini menjadi penanda fase baru bagi The SIGIT. Tak hanya menghadirkan materi segar, mereka juga datang dengan formasi anyar serta eksplorasi musikal yang lebih luas.

Formasi Baru, Dinamika Baru

Kini, formasi The Sigit pun mengalami perubahan dengan masuknya Absar Lebeh (gitar), Aghan Sudrajat (bas), dan Raveliza (drum) sebagai personel resmi, menemani Rektivianto Yoewono (vokal, gitar) dan Farri Icksan Wibisana (gitar), dua personel awal The SIGIT yang bertahan.
 
Kehadiran Absar, Aghan, dan Ravel diakui membawa angin segar dalam proses kreatif. Perspektif serta perbendaharaan musikal mereka membuka cakrawala baru bagi The SIGIT dalam meramu aransemen yang lebih eksploratif.

“Dengan bertambahnya tiga orang baru, ada etos yang berbeda, dinamika komunikasi yang berbeda, yang mana semuanya membutuhkan adaptasi. Kebetulan, proses adaptasi tersebut bisa dijalankan perlahan sambil bermusik,” ungkap Rekti mewakili The SIGIT dalam siaran pers yang diterima Medcom.id.
 

 

Eksplorasi Musik dan Spektrum Baru

​Single "Bread & Circus" menjadi gerbang pembuka bagi wujud evolusi musik The SIGIT. Secara narasi, lagu ini membawa pesan yang cukup tajam mengenai masalah struktural, perampasan ruang, hingga abuse of power terkait pengelolaan sumber daya alam yang serampangan.
 
​The SIGIT seolah ingin memberikan pengingat bahwa pada akhirnya, alam dan seisinyalah yang harus menanggung akibat dari keserakahan manusia.
 
​Secara sonik, The SIGIT masih setia di jalur guitar-driven rock. Namun, kali ini nuansanya terasa kental dengan sentuhan synthesizer dan instrumen elektronik. Perpaduan ini menciptakan warna psychedelic rock yang lebih pekat, menandai era baru musikalitas mereka.
 
“Kehadiran mereka jelas membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama. Perspektif dan perbendaharaan musikal merekalah yang membuka cakrawala dalam pembuatan dan aransemen lagu,” lanjut Rekti.
 
​Dari balik layar, penggarapan single ini turut dibantu oleh Tanya Ditaputri (Rattles) pada vokal latar, Budianto Setyadi sebagai produser dan mixing engineer, serta Gunkbudi dan Refantho Ramadhan di departemen visual.
 

Menuju Rangkaian Materi Selanjutnya

​Kembalinya The SIGIT tentu menjadi oase bagi Insurgent Army (sebutan fans setia mereka) yang telah menanti sejak single "Another Day" dirilis pada 2020 silam. Rekti memastikan bahwa "Bread & Circus" hanyalah permulaan dari rangkaian materi baru yang tengah mereka siapkan.
“Saya rasa lagu-lagu baru lain yang sudah kami buat bersama juga memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik dengan ‘Bread & Circus’. Ada pembaruan yang menyegarkan,” tutup Rekti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA