Ari Lesmana (Foto: Instagram)
Ari Lesmana (Foto: Instagram)

4 Tips dari Ari Lesmana agar Gen Z lebih Kritis dan Kreatif

Medcom • 09 Maret 2022 15:14
Jakarta: Ari Lesmana, vokalis grup folk Fourtwnty, punya empat tips untuk Gen Z agar lebih kritis dan kreatif. Tahun 2020  Gen Z merupakan generasi yang lahir pada akhir era 1990-an dan awal 2000-an. Generasi ini digadang sebagai generasi pembaharu dan penggerak inovasi. 
 
Empat cara untuk lebih kritis dan kreatif menurut Ari Lesmana adalah:

1.      Konsistensi


Ari sudah memiliki mimpi jadi musisi sejak kelas 4 SD. Dari situ dirinya memupuk mimpi, meski jalan berliku. Ari sempat menjadi pegawai perusahaan, kemudian memutuskan hengkang untuk mengejar mimpinya hingga seperti sekarang ini.

2.      Fokus Pada Sesuatu, Untuk Jadi Sesuatu


Meski saat ini dikenal sebagai seniman, Ari juga sosok yang memiliki latar belakang akademis yang baik. Dia mengaku untuk dapat sukses menjalani pilihan, dibutuhkan fokus agar tujuan kita tercapai.
 
“Aku sempat ingin keluar dari Fourtwnty. Cuma, ada poin di mana teman-temanku bilang ‘Ketika kamu fokus sama sesuatu, kamu akan jadi sesuatu. Bahkan, kalau kamu misal cuma dagang kerupuk, tapi kalau kamu benar-benar expert di kerupuk, kamu pasti bisa jualan ke seluruh dunia.’ Makanya, ketika kamu yakin, bersungguh-sungguh, kamu pasti akan jadi sesuatu,” ucap Ari.

3.      Aksi dan Kreasi

Tips ketiga adalah untuk berani beraksi dan berkreasi. Ari melakukan itu bersama grup Fourtwnty. Ari mengaku Fourtwnty grup yang bebas dan tak memiliki rasa keterikatan pada suatu hal. Itu justru membuat mereka merasa bebas dalam berkreasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Fourtwnty itu ya bisa dibilang yatim piatu ya. Enggak ada yang menolong kami selain diri kami sendiri. Sama seperti POCO yang akhirnya berdiri sendiri,” ucap Ari.

4.      Fokus pada Fungsi, Bukan Gengsi


Ari juga menekankan bagi para Gen Z untuk fokus pada fungsi. Hal ini dapat diartikan secara luas, terlebih untuk menekan gaya hidup hedonisme dan konsumtif. Ari percaya pada kemampuan manusia di balik alat-alat yang dimilikinya, sehingga tak perlu terpaku pada gengsi dengan jenama-jenama mahal misal.
 
“Ini untuk apa saja ya. Intinya (hal yang harus dijauhi.red) itu gengsi. Misalnya begini deh, sampai hari ini aku menggunakan alat musik yang harganya sampai puluhan ratusan juta, pakai studio yang sewanya puluhan juta, enggak. Aku cuma di dalam kamar saja. Orang lain mungkin mau barang-barang mahal, tapi kalau aku itu hanya gengsi,” kata Ari.
 
“Buat aku, semua itu berasal dari kebutuhan hatimu. Kalau hatimu nyaman, gengsinya akan minggir, yang penting fungsinya. Kalau itu semua sudah berjalan, karirmu akan naik,” tambah Ari.
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif