Film Anomaly (Foto: Good Form Bali)
Film Anomaly (Foto: Good Form Bali)

Mike Lewis Bintangi Film Arahan Sutradara Hollywood yang Terlibat dalam Film X-Men dan Tron: Legacy

Agustinus Shindu Alpito • 03 Maret 2022 12:11
Jakarta: Aktor Mike Lewis (Foxtrox Six, Dead Mine) dan Salvita De Corte (Halfworlds, Ratu Ilmu Hitam) terlibat dalam film fiksi sains terbaru arahan sutradara Brian L. Tan. Film berjudul Anomaly itu mengambil lokasi syuting di Bali, dan digarap di bawah rumah produksi Good Form Bali yang berbasis di Los Angeles dan Bali.
 
Brian L. Tan sendiri merupakan sutradara yang pernah menggarap visual efek untuk sejumlah film top Hollywood antara lain Tron: Legacy, X-Men, dan Girl with the Dragon Tattoo.
 
Anomaly berkisah tentang Alpha yang memimpin tim yang terdiri dari lima pasukan elit. Tim ini diturunkan ke reruntuhan kuno di tengah hutan untuk mengamankan sebuah misteri anomali, yaitu sebuah fenomena paranormal aneh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anomaly mempunyai konsep yang keren. Saya jatuh cinta sejak saat pertama dan terasa seperti mengerjakan sebuah episode Black Mirror," kata Mike Lewis dalam keterangan pers.
 
Film ini juga melibatkan aktor-aktor Hollywood antara lain Joseph J. U. Taylor (Monkey Man, Strike Back), Quisha Saunders (American Gangster, When in Rome), dan John Walker Six.
 
“Sangat menyenangkan bekerja sama dengan orang-orang yang punya latar belakang dan pengalaman yang berbeda sebagai aktor. Setiap orang membawa sesuatu yang unik. Apakah itu pengalaman militer AS John atau latar belakang Hollywood Quisha dengan aktor seperti Denzel Washington. Joe juga seorang pelatih akting, jadi dia adalah seseorang yang selalu bisa Anda andalkan untuk meminta nasihat,” tukas Mike.
 
Mike Lewis Bintangi Film Arahan Sutradara Hollywood yang Terlibat dalam Film X-Men dan Tron: Legacy
 
Bagi Brian, film ini memberinya pengalaman baru yang belum pernah dia lakukan di proyek-proyek film sebelumnya. Termasuk syuting di lokasi eksotis Bali.
 
“Saya melakukan banyak hal yang biasanya tidak saya lakukan, naik helikopter, paintball, saya belajar banyak hal tentang militer. Selain itu, sangat keren bekerja dengan kru dan aktor yang berbasis di Bali. Berkolaborasi dengan orang-orang dari mana saja selalu menyenangkan. Semua orang benar-benar membumi.”
 
“Belum pernah ada yang mencoba film aksi sebesar ini di Bali sebelumnya. Kami harus menggunakan kembali banyak senjata Airsoft mainan dari Jakarta (apresiasi terdalam untuk Ninja Van karena telah membantu kami), membangun seluruh portal yang tampak seperti dunia lain di tengah hutan, menemukan kamera Red Gemini kedua yang cocok dengan milik kami, bekerja selama 14 jam terus-menerus untuk akhir pekan di tengah hutan, dan bungkus helikopter oranye menjadi hitam (serius!). Film ini sangat sulit untuk dilakukan, tetapi saya dengan senang hati akan melakukannya lagi mengingat bagaimana hasilnya,” kata Brian.
 


 
(ASA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif