Uniknya album tersebut bukan dirilis dalam format cakram padat, atau melalui kanal-kanal saluran streaming. Petenteng dirilis secara cuma-cuma lewat Instagram. Konsepnya, satu lagu yang rata-rata berdurasi di bawah 60 detik diunggah dalam satu post di Instagram, berikut dengan video lirik.
Album Petenteng itu dapat diakses lewat akun Instagram @terapiurine_petenteng, total terdapat sembilan lagu dalam akun itu. Dalam singel Lapar di album baru ini, Terapi Urine berkolaborasi dengan The Kuda.
Seperti pada rilisan-rilisan sebelumnya, Terapi Urine masih memilih idiom yang terdengar sarat humor juga eksentrik.
Sejauh ini, Terapi Urine adalah grup musik pertama di Indonesia yang merilis album secara utuh melalui media sosial Instagram. Dan mungkin yang pertama di dunia. Karakteristik lagu-lagu grindcore yang berdurasi singkat sesuai dengan fitur Instagram yang dapat mengakomodasi unggahan video audio dengan durasi 60 detik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News