Harvey Malaiholo di panggung Java Jazz 2019 (Foto: Medcom.id/Purba)
Harvey Malaiholo di panggung Java Jazz 2019 (Foto: Medcom.id/Purba)

Merayakan Kejayaan Motown di Java Jazz Festival 2019

Purba Wirastama • 04 Maret 2019 09:39
Jakarta: Sesi Harvey Malaiholo and The Millenials Sing Motown rasanya menjadi salah satu penampilan paling menggambarkan Java Jazz Festival 2019. Dalam festival yang tahun ini mengusung tema motown, Harvey mengajak penyanyi dan musisi generasi muda tampil dan membawakan lagu-lagu jazz "era kakek-nenek" dengan penuh semangat. 
 
Dua penyanyi muda itu adalah Yotari Kezia dan Ashira Zamita. Mereka tampil bersama Harvey dan grup musik pengiring pada hari ketiga festival, Minggu, 3 Maret 2019 di aula B1 JIExpo Kemayoran. Seharusnya Mikha Tambayong juga turut hadir, tetapi batal karena sedang berduka. 
 
Setelah membuka sesi dengan menyanyi bersama, Harvey memberikan waktu panggung kepada Yotari dan Ashira. 

"Tidak hanya mereka berdua, tetapi di belakang saya, semuanya millenial. Hanya saya saja yang zaman old," kata Harvey terkekeh, mengenalkan siapa saja penampil dalam pertunjukan bertajuk Harvey Malaiholo and the Millenials Sing Motown itu. 
 
"The Millenials adalah anak muda yang berbakat. Mereka mau belajar lagu era orangtua mereka, bahkan era kakek nenek mereka. Malam ini kami akan bawakan lagu yang dipopulerkan Stevie Wonder, Diana Ross, Marvin Gaye," ujar Harvey. 
 
Yotari tampil membawakan dua lagu era 1970, yaitu You Are Everything (The Stylistics, Marvin Gaye dan Diana Ross) dan Signed, Sealed, Delivered I'm Yours (Stevie Wonder). 
 
Merayakan Kejayaan Motown di Java Jazz Festival 2019
Harvey bersama Yotari Kezia dan Ashira Zamita (Foto: Medcom.id/Purba)
 
"Lagunya bukan aku banget. Bisa dukung aku ya malam ini?!" sapa Yotari. 
 
Giliran Ashira, dia juga membawakan dua lagu dari era yang sama, yaitu Truly (Lionel Richie) dan I'll Be There (Jackson 5). Sebelum membawakan I'll Be There yang sentimental, Ashira mengajak penonton untuk ikut mendoakan Deva Malaiholo, ibunda Mikha yang meninggal dunia hari itu.
 
Berikutnya, Yotari bergabung dan mereka membawakan Can't Hurry Love, yang aslinya dipopulerkan oleh The Supremes pada 1966. Mereka berdua tampil sangat energik dan percaya diri. Lagu-lagu yang mereka bawakan sangat bisa dinikmati begitu saja, kendati tidak dipahami semua penonton. 
 
Dua generasi beda usia seperti terwakili dalam penampilan ini. Yang muda ikut merasakan energi Yotari, Ashira, dan para musisi muda. Yang tua ikut bernostalgia dengan lagu-lagu lawas 50 tahun silam. 
 
Giliran Harvey naik ke panggung. Dia berkelakar dengan menyebutkan luapan energi yang berbeda antara Yotari-Ashira dengan dirinya. "Sudah selesai? Istirahat dulu," kata Harvey. "Anak-anak ya, sudah jam segini, masih teriak-teriak." 
 
Dalam suasana yang lebih tenang, Harvey membawakan lagu favoritnya 42 tahun lalu, Neither of Us dari Gladys Knight and the Pips. Ini pertama kali dia membawakan lagu tersebut di atas panggung. Penampilan ini disusul dengan lagu For Once in My Life, Ma Cherie Amour, dan Isn't She Lovely. Terakhir, mereka bertiga menyanyikan Let's Stay Together. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan