Semasa hidupnya, komposer yang akrab disapa Pak Siman telah menciptakan lima lagu nasional, lagu anak-anak, mars organisasi, lagu rohani hingga lagu berbahasa batak. Bangun Pemudi-Pemuda adalah salah satu lagunya yang paling dikenal.
Maestro kelahiran tapanuli 20 September 1920 tersebut juga menciptakan lagu Di Manakah Tanah Airku, Indonesia Bersatulah, Kami Berjanjilah, Negara Pancasila, dan Selamatkan Terumbu Karang. Selain itu, beliau juga pernah mengarang lagu anak-anak yang berjudul Aku Suka Sekolah.
Bapak pluralisme Indonesia, Alm. Abdurrahman Wahid, meminta beliau menciptakan hymne untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 1999. Ia juga menciptakan lagu berbahasa batak bertajuk Sipahutar Na Uli Jala Tungil. Tidak kurang 42 judul lagu bertemakan perjuangan dan rohani telah diciptakan olehnya.
Semasa hidupnya, Ia juga seorang guru. Atas pengabdiannya di bidang pendidikan selama 60 tahun, St John University memberikan gelar Doktor Honoris Causa. Ia tercatat aktif dalam berbagai kegiatan gereja serta mendirikan Yayasan Musik Gereja, hingga tutup usia Ia tercatat sebagai dewan pembina yayasan tersebut.
Kini, sang maestro telah berpulang untuk selamanya. Jenazah akan dimakamkan pada hari Sabtu, setelah serangkaian acara yang akan digelar bagi Alfred, seperti acara adat pada hari Jumat. Diaakan dilepaskan dalam ibadah di gereja HKBP Kenolong di Kramat sebelum dibawa ke pemakaman San Diego Hills.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News