Taylor Swift (Foto: Instagram/taylorswift)
Taylor Swift (Foto: Instagram/taylorswift)

Lirik dan Makna Lagu "Cornelia Street" - Taylor Swift, Kenangan Cinta di Apartemen New York

Elang Riki Yanuar • 18 April 2026 12:00
Ringkasnya gini..
  • Cornelia Street jadi lagu underrated Taylor Swift di album Lover (2019), ditulis bersama Jack Antonoff dan sudah meraih 449 juta stream di Spotify.
  • Lagu Cornelia Street terinspirasi dari apartemen Taylor Swift di New York, tempat kisah cintanya dengan Joe Alwyn bermula sejak 2016.
  • Makna Cornelia Street menggambarkan ketakutan kehilangan orang tercinta, hingga jalan itu jadi simbol kenangan cinta yang tak ingin diulang jika berakhir.
Jakarta: “Cornelia Street” adalah salah satu single underrated dari Taylor Swift. Lagu ini merupakan trek kesembilan dalam album Lover (2019) yang dirilis pada 23 Agustus 2019. Selain “Cornelia Street”, album ini juga memiliki hit lain, seperti “Paper Rings”, “Cruel Summer”, dan “Lover”.
 
Lagu ini ditulis oleh Taylor Swift dan diproduseri olehnya serta Jack Antonoff. Per 9 April 2026, “Cornelia Street” sudah mendapatkan sebanyak 449 juta stream di layanan musik Spotify. 

Makna Lagu “Cornelia Street” - Taylor Swift

Judul lagu ini terinspirasi dari nama jalan di Kota New York, Cornelia Street. Pada tahun 2016, Swift harus tinggal di sebuah apartemen kawasan itu ketika rumahnya sedang direnovasi. Ia pun bertemu dengan Joe Alwyn, aktor asal Inggris, dan menjalin hubungan dengannya di tahun yang sama. 
 
 
Lagu ini pun menggambarkan kisah cinta antara keduanya melalui kenangan di apartemen Cornelia Street tersebut. Dalam “Cornelia Street”, Taylor menceritakan bagaimana ia memiliki rasa kepada Alwyn ketika mereka sedang mabuk di jok belakang sebuah taksi. Taksi tersebut membawa mereka ke apartemen milik Taylor di jalan itu.

Dari sana, mereka ternyata saling suka hingga akhirnya berpacaran. Cornelia Street pun menjadi saksi bisu antara kisah mereka, baik senang maupun sedih. 

Lirik dan Terjemahan “Cornelia Street” - Taylor Swift


[Verse 1]
 
We were in the backseat
(Kami duduk di bangku belakang)
 
Drunk on something stronger than the drinks in the bar
(Mabuk oleh sesuatu yang lebih kuat daripada minuman di bar)
 
"I rent a place on Cornelia Street"
("Aku menyewa sebuah tempat di Jalan Cornelia")
 
I say casually in the car
(kataku santai di dalam mobil)
 
We were a fresh page on the desk
(Kita bagaikan lembaran kertas kosong di atas meja)
 
Filling in the blanks as we go
(Mengisi bagian-bagian yang kosong sambil berjalan)
 
As if the street lights pointed in an arrow head
(Seolah-olah lampu jalan menunjuk seperti ujung panah)
 
Leading us home
(Mengantar kita pulang)
 
[Chorus]
 
And I hope I never lose you, hope it never ends
(Dan kuharap aku takkan pernah kehilanganmu, kuharap ini takkan pernah berakhir)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
That's the kinda heartbreak time could never mend
(Itulah jenis patah hati yang takkan pernah bisa disembuhkan oleh waktu)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
And baby, I get mystified by how this city screams your name
(Dan sayang, aku terpesona oleh cara kota ini meneriakkan namamu)
 
And baby, I'm so terrified of if you ever walk away
(Dan sayang, aku sangat takut jika suatu hari kau pergi meninggalkan aku)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
[Verse 2]
 
Windows flung right open, autumn air
(Jendela terbuka lebar, udara musim gugur)
 
Jacket 'round my shoulders is yours
(Jaket yang melingkar di bahuku adalah milikmu)
 
We bless the rains on Cornelia Street
(Kita bersyukur atas hujan di Jalan Cornelia)
 
Memorize the creaks in the floor
(Menghafal derit-derit lantai)
 
Back when we were card sharks, playing games
(Dulu saat kita masih jago main kartu, bermain-main)
 
I thought you were leading me on
(Aku kira kau hanya mempermainkanku)
 
I packed my bags, left Cornelia Street
(Aku mengemasi barang-barangku, meninggalkan Jalan Cornelia)
 
Before you even knew I was gone
(Sebelum kau menyadari aku sudah pergi)
 
[Pre-Chorus]
 
But then you called, showed your hand
(Tapi kemudian kamu menelepon, memperlihatkan niatmu)
 
I turned around before I hit the tunnel
(Aku berbalik sebelum memasuki terowongan)
 
Sat on the roof, you and I
(Duduk di atap, kamu dan aku)
 
[Chorus]
 
I hope I never lose you, hope it never ends
(Aku harap aku takkan pernah kehilanganmu, harap ini takkan pernah berakhir)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
That's the kinda heartbreak time could never mend
(Itulah jenis patah hati yang takkan pernah bisa disembuhkan oleh waktu)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
And baby, I get mystified by how this city screams your name (City screams your name)
(Dan sayang, aku terpesona oleh bagaimana kota ini meneriakkan namamu (Kota ini meneriakkan namamu))
 
And baby, I'm so terrified of if you ever walk away
(Dan sayang, aku sangat takut jika suatu hari kau pergi)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah berjalan di Jalan Cornelia lagi)
 
[Bridge]
 
You hold my hand on the street
(Kau menggenggam tanganku di jalanan)
 
Walk me back to that apartment
(Antarkan aku kembali ke apartemen itu)
 
Years ago, we were just inside
(Bertahun-tahun lalu, kita berada di dalam)
 
Barefoot in the kitchen
(Tanpa alas kaki di dapur)
 
Sacred new beginnings
(Awal baru yang sakral)
 
That became my religion, listen
(Itu menjadi keyakinanku, dengarkan)
 
[Chorus]
 
I hope I never lose you
(Aku harap aku takkan pernah kehilanganmu)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah lagi berjalan di Cornelia Street)
 
Oh, never again
(Oh, takkan pernah lagi)
 
And baby, I get mystified by how this city screams your name (City screams your name)
(Dan sayang, aku takjub melihat bagaimana kota ini meneriakkan namamu (Kota ini meneriakkan namamu))
 
And baby, I'm so terrified of if you ever walk away
(Dan sayang, aku sangat takut jika suatu hari kau pergi)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah lagi berjalan di Jalan Cornelia)
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah lagi berjalan di Jalan Cornelia)
 
[Post-Chorus]
 
I don't wanna lose you (Hope it never ends)
(Aku tak ingin kehilanganmu (Semoga ini takkan pernah berakhir))
 
I'd never walk Cornelia Street again
(Aku takkan pernah lagi berjalan di Jalan Cornelia)
 
I don't wanna lose you (Yeah)
(Aku tak ingin kehilanganmu (Ya))
 
[Outro]
 
"I rent a place on Cornelia Street"
("Aku menyewa sebuah tempat di Jalan Cornelia")
 
I say casually in the car
(kataku santai di dalam mobil)
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA