Grup musik Lebah Begantong berfoto bersama Presiden Prabowo Suabianto (Foto: IG @lebahbegantongrealofficial)
Grup musik Lebah Begantong berfoto bersama Presiden Prabowo Suabianto (Foto: IG @lebahbegantongrealofficial)

Profil Lebah Begantong, Grup Musik Melayu yang Curi Perhatian Prabowo

Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 September 2026 21:32
Ringkasnya gini..
  • Lebah Begantong merupakan grup musik Melayu asal Medan yang dibentuk pada 2017. Grup ini dikenal lewat perpaduan musik Melayu dan pantun jenaka.
  • Lebah Begantong tampil dalam puncak HUT ke-28 PAN dan mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto yang kemudian mengajak para personel berfoto bersama.
  • Popularitas mereka meningkat setelah penampilan yang memadukan musik dan pantun jenaka menyebar di media sosial.
Jakarta: Nama Lebah Begantong mencuri perhatian setelah tampil dalam puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Grup musik asal Medan, Sumatera Utara, tersebut menjadi salah satu pengisi acara hiburan. Penampilan mereka bahkan mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto yang kemudian mengajak para personel berfoto bersama.

 

Lebah Begantong membawakan musik Melayu yang dipadukan dengan pantun. Dalam penampilannya di acara tersebut, mereka membuat pantun yang menyapa sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Profil Lebah Begantong

Lebah Begantong merupakan grup musik Melayu yang berasal dari Medan. Grup ini dibentuk pada 2017 dan pada awalnya memiliki 10 personel.

Mengutip laporan detikSumut, personel Lebah Begantong terdiri dari Najibullah Al Maidani Lubis, Eva Gusmala Yanti, Muhammad Sadikin, Fahri Azwar Situmorang sebagai vokalis; Zainal Arifin Nasution pada gitar; Kiki Citra Asmara pada keyboard; Muhammad Rizwan pada biola; Muhammad Kholidi pada pak pong; Angki Chamaro Siahaan pada drum; serta Jamaluddin pada akordion.

Pada awal berdiri, Lebah Begantong dibentuk untuk memperkenalkan budaya Melayu ke berbagai daerah di Sumatera. Mereka sempat tampil dari satu tempat ke tempat lain tanpa bayaran sebagai bagian dari upaya mengenalkan kesenian Melayu kepada masyarakat.

Musik Melayu dan Pantun Jadi Ciri Khas

Salah satu hal yang membuat Lebah Begantong dikenal adalah cara mereka menggabungkan musik Melayu dengan pantun jenaka saat tampil.

Konsep tersebut turut membuat musik mereka lebih mudah diterima oleh penonton dari berbagai kelompok usia. Jika pada awalnya penonton mereka lebih banyak berasal dari kalangan berusia 40 tahun ke atas, penampilan dengan pantun jenaka kemudian mulai menarik perhatian anak muda.

Lebah Begantong juga dikenal membawakan sejumlah lagu seperti Udin Sedunia, Tundang-Tundangan, dan Tanjung Katung, serta lagu-lagu Melayu yang populer di masyarakat. Pada 2018, grup ini juga telah memiliki mini album berisi enam lagu.

Selain tampil di berbagai daerah di Indonesia, kiprah Lebah Begantong juga telah mencapai Malaysia. Eksistensi mereka semakin dikenal setelah video penampilan yang memadukan musik Melayu dan pantun jenaka tersebar di media sosial.

Penampilan Lebah Begantong di Depan Prabowo

Dalam puncak HUT ke-28 PAN di Jakarta, Lebah Begantong tampil dengan konsep yang menjadi ciri khas mereka, yakni musik Melayu dan pantun.

Usai penampilan, Prabowo terlihat memanggil para personel untuk menghampirinya. Presiden kemudian berfoto bersama Lebah Begantong dan memberikan apresiasi kepada grup tersebut.

Momen tersebut menjadi perhatian setelah video dan foto pertemuan Prabowo dengan Lebah Begantong beredar. Grup musik Melayu asal Medan itu pun kembali mendapat sorotan setelah tampil di hadapan sejumlah tokoh nasional.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA