Pada tahun ini, salah satu yang patut disimak jika Anda datang ke Java Jazz adalah monumen yang dibangun di bagian tengah area JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Metrotvnews.com/Agustinus Shindu Alpito)
Pada tahun ini, salah satu yang patut disimak jika Anda datang ke Java Jazz adalah monumen yang dibangun di bagian tengah area JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Metrotvnews.com/Agustinus Shindu Alpito)

Mengenal Sejarah Musik Indonesia di Java Jazz Festival 2017

Agustinus Shindu Alpito • 03 Maret 2017 23:56
medcom.id, Jakarta: Acara musik akbar Java Jazz Festival 2017 telah dimulai, pada Jumat (3/3/2017). Ajang tahunan ini akan digelar selama tiga hari, hingga Minggu 5 Maret 2017.
 
Setiap tahunnya, Java Jazz menghadirkan konsep menarik. Pada tahun ini, salah satu yang patut disimak jika Anda datang ke Java Jazz adalah monumen yang dibangun di bagian tengah area JIExpo Kemayoran, Jakarta, tempat Java Jazz digelar. 
 
Mengenal Sejarah Musik Indonesia di Java Jazz Festival 2017

Pada monumen yang dibangun dengan konsep instalasi seni itu, kita dapat mengenal sejarah musik Indonesia. Terdapat ilustrasi para musisi-musisi legendaris, lengkap dengan penjabaran profil singkat. Menariknya, ilustrasi visual itu dibuat dengan gaya perangko model retro. Baik dari model ilustrasi hingga tipografi.
 
Tidak hanya ilustrasi visual dan profil singkat, kita juga bisa mendengar karya musik tiap musisi legendaris yang profilnya dipajang. Di samping ilustrasi portrait mereka, terdapat headset yang mengeluarkan lagu-lagu mereka.
 
Musisi legendaris yang dipajang profilnya antara lain Jack Lesmana, Bubi Chen, Sam Saimun, Nick Mamahit, Mashabi, hingga Margie Segers.
 
Mengenal Sejarah Musik Indonesia di Java Jazz Festival 2017
 
"Pianist musisi jazz ini sudah menghasilkan album jazz yang direkam di studio garasi dari tahun 60-an dengan format musik trio dan quartet. Maestro kita ini dengan bandnya mengusung musik progressive jazz hingga mencoba pendekatan baru yang memadukan selera mereka dan nuansa musik pop yang digemari di eranya," tulis keterangan profil Nick Mamahit.
 
"Keberhasilan beliau dalam memadukan dua selera ini disebut commercial progressive yang memberi nafas baru untuk jazz di Indonesia. Dan inilah perangko surat berisikan kenangan indah terimakasih kami," tambah Nick Mamahit.
 
Selain mengenal profil para musisi yang menjadi tonggak musik Indonesia, kita juga bisa melihat instalasi seni yang ada, berikut penjelasannya.
 
Pada tahun ini, Java Jazz Festival menggelar 14 panggung yang mengakomodasi penampilan musisi dalam dan luar negeri. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan